16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: IAILM Suryalaya Ajak Mahasiswa Tutup Celah Kekerasan di Kampus

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 18:32 146 Nazwa

SURYALAYA, TASIKMALAYA | BD — Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif menutup celah terjadinya kekerasan di kampus melalui peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Gerakan ini menegaskan komitmen kampus menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Acara pembukaan berlangsung Selasa, 25 November 2025 di area kampus IAILM Suryalaya, dipimpin oleh Rektor Dr. H. Asep Salahudin, MA, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Wawan, M.Si, Ketua SATGAS PPKS IAILM Imas Roihatul MZ, M.Pd., serta jajaran pengurus lainnya. Prosesi pemotongan pita menandai resmi dimulainya kampanye anti kekerasan di lingkungan akademik.

Keseruan pembukaan turut dimeriahkan dengan FotoBooth Frame dan Pohon Harapan, yang digunakan mahasiswa untuk mengekspresikan dukungan, harapan, dan komitmen mereka dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan.

Untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa, SATGAS PPKS IAILM menyelenggarakan beberapa lomba kreatif, seperti Lomba Poster/Pamflet, Lomba Film Pendek, dan Kategori Wajib per Program Studi. Karya dapat dikirimkan hingga 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional yang juga menjadi penutup rangkaian Global 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence.

Mengusung tema “Mari bersatu, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari perubahan. Satu suara, ribuan keberanian, mengakhiri ketakutan,” gerakan ini menegaskan tekad kampus untuk memperkuat upaya kolektif mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Menurut salah satu pengurus SATGAS PPKS IAILM, Siti Fatimah, kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM serius yang memerlukan peran aktif seluruh pihak.

“Kekerasan terhadap perempuan terjadi dalam berbagai bentuk—fisik, psikis, ekonomi—dan di perguruan tinggi, kekerasan seksual menjadi sorotan utama,” ujarnya.

Penetapan 25 November sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan oleh PBB menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan solidaritas global dalam melawan kekerasan berbasis gender.

Dengan gerakan ini, IAILM Suryalaya menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan yang menciptakan ruang aman dan bebas kekerasan, serta mendorong mahasiswa untuk bersuara, melapor, dan menutup setiap celah kekerasan di kampus. (NS)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA