Bupati Tangerang Perkuat Desa Siaga TBC untuk Kurangi Kasus Tuberkulosis

waktu baca 3 menit
Senin, 24 Nov 2025 16:02 85 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa menangani Tuberkulosis (TBC) adalah kewajiban bersama dari semua pihak terkait. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka acara Penguatan Desa Siaga TBC dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang pada Senin, 24 November 2025.

“Kepada semua pemangku kepentingan, pahami tugas masing-masing, perkuat komitmen, dan terus pantau pengembangan Desa Siaga TBC agar benar-benar mengurangi jumlah kasus,” kata Bupati Maesyal.

Bupati menjelaskan bahwa perkiraan kasus TBC di Kabupaten Tangerang pada 2024 mencapai 13.625, dengan penemuan sebanyak 12.391 kasus atau 90,9%. Angka ini menunjukkan perlunya upaya lebih intensif melalui langkah pencegahan, pencarian kasus aktif, dan pengobatan yang berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya melakukan pendataan ulang kepada warga untuk memastikan ketepatan informasi. Dengan data yang benar, kegiatan penyuluhan, pemeriksaan, dan deteksi awal akan menentukan langkah-langkah serta kebijakan yang diambil, sehingga orang yang terinfeksi bisa segera mendapat perawatan yang sesuai dan maksimal.

“Urusan kesehatan adalah tanggung jawab bersama kita. Pemerintah desa bersama kader, di bawah bimbingan camat dan kepala Puskesmas, wajib melakukan pendataan ulang warga, menjamin keakuratan data, lalu melaksanakan penyuluhan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mengimbau aparat desa, kader kesehatan, Puskesmas, serta camat untuk langsung terjun mendata dan mengajak masyarakat menjalani pemeriksaan dengan cara yang ramah dan informatif. Menurutnya, deteksi dini krusial untuk mempercepat penanganan dan menghindari penyebaran yang lebih luas.

Dalam acara itu, Bupati juga menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyisihkan sekitar 25 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk bidang kesehatan, dan sebagian dana tersebut khusus dialokasikan untuk memperkuat program penanggulangan TBC.

Selanjutnya, ia menyebutkan ada enam strategi nasional untuk menghilangkan TBC yang menjadi panduan bagi daerah, yaitu memperkuat kepemimpinan, meningkatkan layanan berkualitas, mengoptimalkan pencegahan dan pengobatan, memanfaatkan penelitian serta teknologi, melibatkan berbagai sektor, serta memperbaiki manajemen program.

“Strategi-strategi ini saling terhubung dan memerlukan penerapan yang konsisten di tingkat lokal,” ujarnya.

Sejalan dengan arahan pusat, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkenalkan inovasi. Salah satunya adalah Desa Siaga TBC sebagai benteng utama percepatan eliminasi dari bawah. Selain itu, ada program Investigasi Advokasi Cegah dengan Terapi Pencegahan TBC (Siaga Dengan Tepat) serta Skrining TBC Sekolah (Situbers) yang merupakan inovasi lokal untuk menekan penyebaran TBC.

Di sisi lain, seorang pasien TBC yang sedang dirawat di RSUD Balaraja, Siti Hamidah, menceritakan bahwa ia telah menjalani pengobatan selama 15 bulan. Ia merasa mendapat dukungan besar dari pendampingan rumah sakit dan Puskesmas.

“Saya mendapat bantuan dari rumah sakit dan Puskesmas. Mereka mendampingi saya agar rutin minum obat selama masa pengobatan,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan seperti itu bisa diperluas, sehingga lebih banyak penderita TBC merasa terbantu, tidak ragu untuk berobat, dan bisa pulih tepat waktu. Ia juga mendoakan agar masyarakat lebih peduli pada kesehatan pribadi dan lingkungan, sehingga penyebaran TBC bisa dikurangi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA