Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan door-to-door kepada warga Desa Pamanyaran, untuk memastikan pesan disampaikan secara personal dan efektif. (Foto: Ist)KOLOM | BD — Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan pondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Penerapan PHBS tidak hanya bertujuan mencegah penyakit, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan layak huni. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan air bersih, menjaga sanitasi lingkungan, dan mengelola sampah dengan benar menjadi langkah dasar dalam membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Desa Pamanyaran. Berdasarkan pengamatan, sebagian masyarakat masih menghadapi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa warga masih mencuci pakaian di sungai, sementara sistem pengelolaan sampah belum berjalan maksimal. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya PHBS.
Dalam kegiatan pengabdian ini, mahasiswa menggunakan metode edukasi door to door agar pesan PHBS dapat tersampaikan secara personal dan mudah dipahami. Pendekatan langsung ke rumah warga dianggap efektif karena memungkinkan dialog dua arah, memberikan ruang bagi masyarakat untuk bertanya, sekaligus membantu mahasiswa memahami kondisi riil di lapangan.
Materi edukasi yang disampaikan meliputi pentingnya penggunaan air bersih, cara mengelola sampah dengan benar, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang PHBS terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan desa.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama edukasi. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah, air, maupun udara, sehingga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan tetapi juga turut mendukung proses daur ulang yang berdampak positif bagi keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, penggunaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Air bersih memegang peranan penting untuk konsumsi, kebersihan tubuh, memasak, hingga sanitasi lingkungan. Dengan memastikan penggunaan air yang layak, masyarakat dapat mencegah beragam penyakit yang ditularkan melalui air kotor atau lingkungan yang tercemar.
Kegiatan pengabdian ini turut memberikan motivasi bagi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan kecil yang selama ini dianggap sepele. Perubahan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mencuci pakaian di fasilitas yang memadai, atau menyimpan air dalam wadah tertutup dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Harapannya, edukasi ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi terus diterapkan hingga menjadi budaya hidup bersih dan sehat di Desa Pamanyaran. Jika masyarakat terbiasa menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, maka desa akan menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Penulis: Enditha Sabila Zein
Mahasiswa Semester 1, Mata Kuliah Ketahanan Pangan, FISIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)
Tidak ada komentar