Prosesi penandatanganan prasasti oleh Bupati Maesyal Rasyid sebagai simbol bahwa masjid ini resmi menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. (Foto: Ist)TANGERANG | BD – Ribuan umat Islam berkumpul di area Kompleks Al-Istiqlaliyyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, pada malam Kamis (15/1/2026), untuk menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digabungkan dengan pembukaan resmi Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Al-Istiqlaliyyah.
Upacara pembukaan masjid itu dihadiri oleh Gubernur Banten beserta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Acara tersebut berjalan dengan khidmat, penuh nilai keagamaan dan budaya, ditandai oleh partisipasi para raja dan sultan dari seluruh Nusantara yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).
Dalam pidatonya, Bupati Maesyal Rasyid menyatakan bahwa perayaan Isra Mi’raj sekaligus peluncuran masjid ini bukan sekadar kegiatan religius, melainkan kesempatan untuk menguatkan prinsip-prinsip peradaban yang didasarkan pada iman, moralitas, dan solidaritas.
Menurutnya, Masjid Kasepuhan Tangerang Raya bukan hanya bangunan indah, tetapi juga pusat peribadatan, wadah untuk mempererat persaudaraan, serta lambang berkembangnya ajaran Islam dan tradisi budaya. Dari tempat ini diharapkan muncul doa, motivasi, dan tindakan baik yang bermanfaat bagi komunitas luas.
Ia berharap masjid tersebut bisa berfungsi sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pendidikan umat, sekaligus ruang yang memperkokoh harmoni sosial di Kabupaten Tangerang.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan masjid ini. Semoga dari sini muncul masyarakat yang bermoral, hidup damai, dan Kabupaten Tangerang selalu mendapat berkah dari Allah SWT,” ujarnya.
Pada momen yang sama, Bupati Tangerang menerima penghargaan berupa pin dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara sebagai tanda apresiasi atas dedikasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam melestarikan warisan budaya, adat, dan persatuan nasional.
Pembukaan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Al-Istiqlaliyyah juga dihadiri oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Abuya Tohawi Romli (Abah Entoh), jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang, para ulama, tokoh keagamaan, pemuka masyarakat, santri, serta jemaah dari berbagai daerah di Tangerang Raya. (*)
Tidak ada komentar