Handayani, Atlet Paralimpik Asal Cilegon Raih Emas ASEAN Para Games 2026, Gubernur Banten Beri Apresiasi

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Jan 2026 16:59 33 Nazwa

CILEGON | BD – Gubernur Banten, Andra Soni, melakukan kunjungan ke rumah atlet paralimpik dari Kota Cilegon, Handayani, di Lingkungan Temuputih, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, pada malam Kamis (29/1/2026). Kunjungan ini sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas pencapaian Handayani yang berhasil meraih medali emas di cabang olahraga boccia klasifikasi BC1 pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur ditemani oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Syaukani.

Andra Soni menyatakan bahwa Handayani adalah satu-satunya atlet dari Provinsi Banten yang mewakili Indonesia di ajang tersebut dan berhasil membawa pulang medali emas untuk negara. Ia menekankan bahwa hambatan fisik tidak boleh menjadi rintangan untuk mencapai kesuksesan di level global.

“Mewakili warga Banten, saya sampaikan ucapan selamat dan rasa kebanggaan kami. Meski memiliki keterbatasan, Handayani bisa menjadi juara di kejuaraan internasional di Thailand,” kata Andra Soni.

Selain itu, Gubernur menyebutkan bahwa saat ini Handayani berada di peringkat keempat dunia dalam cabang boccia. Prestasi ini menjadi dasar kuat untuk menghadapi kompetisi besar di masa depan.

“Sasaran selanjutnya adalah mempertahankan posisi ini agar bisa lolos ke Asian Para Games di Nagoya dan puncaknya di Paralimpiade Los Angeles 2028. Mari kita berdoa bersama agar perjalanannya lancar,” ujarnya.

Mengenai bantuan dari pemerintah setempat, Andra Soni menjelaskan bahwa pembinaan atlet paralimpik secara teknis ditangani oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Namun, Pemerintah Provinsi Banten tetap berkomitmen memberikan dukungan moral dan koordinasi yang erat.

“Ini adalah buah kerja keras NPCI. Tapi sebagai sesama orang Banten, saya sangat bangga dengan hasil luar biasa ini,” tambah Gubernur.

Handayani, atlet yang lahir di Cilegon pada 5 Agustus 1996, adalah sosok inspiratif yang juga menekuni pendidikan. Ia telah menyelesaikan gelar sarjana (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) pada 2021.

Daftar pencapaiannya cukup mengesankan, termasuk medali emas di Peparnas XVI 2021 Papua, medali di ASEAN Para Games Solo dan Kamboja, serta medali perak di Asian Para Games Guangzhou.

Sementara itu, Handayani menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan perhatian langsung dari Gubernur Banten. Baginya, dukungan ini menambah motivasi untuk menghadapi lomba berikutnya.

“Dukungan ini sangat bermakna dan memberikan semangat bagi saya untuk terus berprestasi. Saat ini, saya fokus pada latihan intensif enam hari seminggu, menjaga kondisi tubuh, pola makan, hingga kesiapan mental agar lebih tenang saat bertanding,” ungkap Handayani.

Ia berharap perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhadap atlet paralimpik terus ditingkatkan untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga di Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA