Pemprov Banten Perkuat TPID, Andra Soni Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi Pangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 17:15 23 Nazwa

KOTA SERANG | BD – Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan tekad Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Penguatan langkah pengendalian dilakukan melalui koordinasi antarlembaga dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hal tersebut disampaikan Gubernur setelah memimpin Rapat Tingkat Tinggi (High Level Meeting) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang, pada hari Rabu, 11 Februari 2026.

Pertemuan tersebut menitikberatkan pada kerja sama untuk mengamankan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Andra Soni menjelaskan bahwa peningkatan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan merupakan kunci utama untuk menahan inflasi.

Dengan kerja sama yang solid, inflasi dapat dikendalikan sambil memastikan kebutuhan dasar masyarakat tersedia dengan memadai.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami meningkatkan kerja sama semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025, inflasi Banten terpelihara dengan baik, bahkan di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini pun masih dalam target pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Andra Soni, prioritas utama Pemprov Banten saat ini adalah menjamin ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi di seluruh daerah. Ia meminta agar tidak ada fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat ke depannya.

“Merupakan tanggung jawab kita untuk memastikan pasokan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri tetap terjaga. Distribusi harus berjalan lancar dan stok memadai,” katanya.

Untuk itu, Pemprov Banten bersama TPID menyiapkan berbagai tindakan praktis, seperti penyelenggaraan pasar bersubsidi, penguatan operasi pasar, serta pemulusan distribusi komoditas penting.

Upaya ini dilakukan melalui kemitraan dengan pemerintah kabupaten dan kota, badan usaha milik daerah (BUMD) pangan, pelaku bisnis, dan lembaga pemerintah pusat.

Andra Soni juga mengungkapkan rencana melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) ke pasar untuk memverifikasi langsung kondisi harga dan pasokan di lapangan.

Selain itu, Pemprov Banten akan menindaklanjuti temuan pemantauan Bank Indonesia (BI) mengenai dinamika harga di wilayah penghasil.

Ia menegaskan bahwa secara umum, kondisi inflasi dan pasokan bahan pokok di Provinsi Banten saat ini masih stabil, dengan distribusi yang relatif mulus.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menjelaskan bahwa secara historis, periode Ramadan dan Idul Fitri selalu disertai peningkatan tekanan harga karena melonjaknya permintaan masyarakat.

Dalam tiga tahun terakhir, bahan pokok yang secara konsisten berkontribusi pada inflasi selama periode tersebut meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, transportasi antarkota, serta perhiasan emas.

Dari segi ketersediaan, neraca bahan pokok Banten tahun 2026 diperkirakan surplus beras sekitar 58 ribu ton, dengan puncak panen terjadi pada Februari hingga Maret, yang bertepatan dengan masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Struktur wilayah Banten yang terdiri dari daerah penghasil dan daerah pengonsumsi juga menjadi tantangan sendiri dalam pengendalian inflasi. Wilayah seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon merupakan pusat konsumsi utama, sedangkan pusat produksi berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang,” kata Ameriza dalam presentasinya.

Menghadapi situasi tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah melalui TPID memperkuat strategi pengendalian inflasi berdasarkan kerangka 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

“Langkah yang diambil mencakup intensifikasi operasi pasar dan kampanye bahan pokok bersubsidi di berbagai lokasi, penguatan pemantauan harga bersama Tim Khusus Pangan, memastikan kecukupan stok di gudang dan ritel, serta menjamin kelancaran distribusi melalui dukungan armada dan infrastruktur pendukung,” ujarnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA