Musrenbang 2026: Andra Soni Ajak Mahasiswa Terlibat Langsung

waktu baca 3 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 11:38 7 Nazwa

KOTA SERANG | BD – Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa kritik yang disampaikan oleh kalangan mahasiswa merupakan elemen penting dalam proses pembangunan daerah. Kritik tersebut dinilai sebagai vitamin yang diperlukan pemerintah provinsi untuk menyempurnakan berbagai kebijakan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Menindaklanjuti sikap keterbukaan tersebut, Gubernur Andra Soni menegaskan komitmennya untuk mengikutsertakan mahasiswa secara aktif dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang akan diselenggarakan tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Andra Soni ketika menerima kunjungan massa aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Banten di gerbang utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Jumat (20/2/2026).

Aksi demonstrasi yang digulirkan mahasiswa tersebut merupakan bentuk penyampaian kritik dan aspirasi terkait dengan evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah.

Pemerintah Provinsi Banten Tidak Alergi terhadap Kritik

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak memiliki sikap antipati terhadap kritik yang konstruktif. Sebaliknya, kritik dipandang sebagai sumber energi positif untuk memastikan program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kritik dari mahasiswa ibarat vitamin bagi pemerintah. Melalui kritik tersebut, kami dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan melakukan perbaikan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Andra Soni.

Gubernur menjelaskan bahwa berbagai tuntutan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa sesungguhnya memiliki keselarasan dengan agenda prioritas yang sedang digarap oleh Pemprov Banten. Fokus utama tersebut meliputi pembenahan infrastruktur dasar, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta upaya pemberantasan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Apa yang kami kerjakan saat ini merupakan respons nyata terhadap harapan masyarakat. Dimulai dari permasalahan jalan rusak, akses pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah, hingga isu pungli, semuanya menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya dengan tegas.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan

Pada sektor infrastruktur, Gubernur Andra Soni menyoroti upaya percepatan pembangunan jalan yang menjadi prioritas, terutama di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang selama ini memiliki ketertinggalan dalam hal aksesibilitas.

Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, Andra Soni menegaskan bahwa Pemprov Banten tetap berkomitmen untuk hadir dan membantu pembangunan jalan desa yang secara administratif merupakan kewenangan pemerintah kabupaten.

“Provinsi ikut mendorong pembangunan jalan desa secara intensif. Jika tidak dilakukan secara bersama-sama, yang dirugikan adalah masyarakat luas. Prinsip utama kami adalah pembangunan harus dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” papar Andra Soni.

Penataan Lingkungan dan Pencegahan Bencana

Selain infrastruktur, Andra Sona juga menyinggung penanganan permasalahan lingkungan dan kebencanaan yang menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Hal ini mencakup upaya penertiban kegiatan tambang ilegal serta penataan industri yang berada di sempadan sungai sebagai langkah pencegahan banjir.

“Penutupan tambang ilegal sudah kami lakukan melalui koordinasi lintas sektor yang intensif. Ke depan, penataan kawasan sungai harus terus dikawal secara konsisten. Di sinilah peran mahasiswa sangat diharapkan untuk tetap kritis dan mengawasi setiap kebijakan pemerintah,” jelas Andra Soni.

Komitmen Libatkan Mahasiswa dalam Musrenbang

Sebagai wujud nyata keterbukaan dan penguatan partisipasi publik, Andra Soni menyatakan komitmennya untuk melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Konkretnya, mahasiswa akan diikutsertakan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Ini merupakan bagian dari pendidikan demokrasi dan upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel,” tutur Andra Soni.

Ajakan untuk Mengawal Pembangunan Banten

Menutup pertemuan tersebut, Andra Soni mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.

“Banten membutuhkan mahasiswa yang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran. Mari kita bangun Banten bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan kesatuan,” katanya mengakhiri pidatonya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA