Mudik Gratis Kabupaten Tangerang 2026: Ketua DPRD Ajak Warga Manfaatkan Program Pemkab

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 22:07 6 Nazwa

TANGERANG | BD — Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, mengajak warga memanfaatkan program mudik gratis Kabupaten Tangerang 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ajakan tersebut disampaikan Amud saat menggelar silaturahmi bersama ratusan warga di Pondok Aspirasi, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, fasilitas angkutan mudik gratis yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang ini dapat membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman.

“Pemkab Tangerang menggelar mudik gratis setiap tahun. Silakan manfaatkan program ini sebaik-baiknya bagi warga yang ingin berlebaran di kampung halaman,” ujar Amud di hadapan ratusan ibu rumah tangga yang hadir.

Ia menjelaskan, pendaftaran mudik gratis telah dibuka sekitar dua pekan sebelum Idul Fitri agar warga dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan. Informasi tata cara pendaftaran juga telah disosialisasikan melalui berbagai media massa dan media sosial resmi pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Amud yang juga fungsionaris Partai Golkar menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas kader, khususnya Srikandi Beringin yang tersebar di sejumlah perumahan di wilayah Kabupaten Tangerang. Silaturahmi ini, kata dia, merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi kader dalam menjaga dan mengawal marwah partai.

“Hari ini kami awali silaturahmi dengan kader di perumahan, selanjutnya ke seluruh basis kader hingga menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Ia menargetkan 6.000 kader di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Rajeg, Sukamulya, dan Pasar Kemis dapat dikunjungi sebelum Idul Fitri.

Dorong Budaya Bercocok Tanam

Kegiatan tersebut juga dihadiri anggota Fraksi Golkar DPR RI, Andi Achmad Dara, yang tengah melaksanakan kunjungan kerja di daerah pemilihan Tangerang Raya.

Andi Dara mendorong warga, khususnya kaum ibu, untuk menghidupkan kembali budaya bercocok tanam di lahan sendiri sebagai langkah menghadapi potensi inflasi dan kenaikan harga bahan pokok akibat ketidakpastian ekonomi global.

Menurutnya, kaum ibu memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, ia mengajak warga memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam kebutuhan pokok secara mandiri, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

“Saya mengajak kaum ibu menjadi supply chain di dapur sendiri, dengan menanam cabai, tomat, serta beternak ayam petelur. Budaya ini perlu dihidupkan kembali agar kita tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah saat ini tengah membenahi tata kelola subsidi agar lebih tepat sasaran, termasuk sinkronisasi data pelanggan listrik 450 watt dan distribusi pupuk. Selain itu, efisiensi anggaran pusat dan daerah terus diperjuangkan agar dana desa dan bantuan sosial dapat terserap tepat waktu tanpa kendala birokrasi. (Jay/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA