Gubernur Andra Soni Dorong PSEL, Solusi Sampah Sekaligus Energi di Banten

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2026 15:52 12 Nazwa

KOTA SERANG | BD – Pemprov Banten gencar mempercepat program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayahnya.

Gubernur Andra Soni bersama pemda kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Banten meneken nota kesepahaman terkait pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Acara penandatanganan melibatkan Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, serta Pemkab Serang.

Nota kesepahaman ini turut mendukung pengembangan cepat PSEL di kawasan Tangerang Raya.

Kegiatan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Pendopo Gubernur Banten, kawasan KP3B, Kota Serang, pada Jumat (27/3/2026).

Gubernur Andra Soni dalam pidatonya menyatakan bahwa PSEL bukan sekadar cara mengurus sampah, melainkan strategi penting untuk sektor energi dan pertumbuhan ekonomi lokal. Suksesnya inisiatif ini bergantung pada kerjasama erat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kerjasama pemerintah pusat-daerah jadi pondasi kunci untuk menciptakan pengelolaan sampah yang canggih, terpadu, dan ramah lingkungan jangka panjang,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program memerlukan dedikasi bersama beserta pengawasan ketat supaya sampah bisa diatasi secara optimal, termasuk diubah menjadi energi terbarukan. Komunikasi lintas daerah soal pengelolaan sampah lokal harus terus ditingkatkan.

“Harus ada dedikasi jangka panjang, koordinasi ketat, dan monitoring agar implementasi efektif serta transparan,” tambahnya.

Gubernur Andra Soni juga mengimbau semua lapisan masyarakat ikut andil dalam mengelola sampah.

Saat fasilitas PSEL dibangun, pemerintah akan intensifkan sosialisasi ke masyarakat tentang urgensi memilah sampah untuk memangkas volume limbah secara drastis.

“Masalah sampah bukan hanya beban pemerintah, tapi kewajiban kita semua. Pemilahan sampah harus jadi kebiasaan agar jumlahnya bisa dikurangi maksimal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai kesepakatan ini selaras dengan kebijakan nasional penanganan sampah.

Ia bilang, potensi sampah dari dua kawasan di Provinsi Banten bisa mencapai sekitar 4.000 ton setiap hari untuk diolah.

“Hari ini, Gubernur Andra Soni bersama bupati/wali kota di Serang Raya dan Tangerang Raya sudah sepakat mendukung program Presiden soal penanganan sampah lokal. Sampah itu nantinya akan diubah jadi listrik,” jelasnya.

Menurut Hanif, keberhasilan bergantung pada pemilahan sampah dari sumbernya. Pembangunan fasilitas PSEL memakan waktu hingga tiga tahun.

“Dari groundbreaking hingga beroperasi, biasanya butuh 2,5-3 tahun. Tak peduli teknologi apa pun, dasarnya sampah harus dipilah dulu. Kalau tidak, biayanya melonjak tinggi,” katanya.

Program ke depan ini juga akan tingkatkan efisiensi belanja negara. Semakin optimal pengelolaannya, penghematan anggaran pusat dan daerah pun semakin besar. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA