FKUB Diapresiasi, Bupati Tangerang Soroti Peran Penting Jaga Kerukunan di Pasar Kemis

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 21:00 13 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Pasar Kemis.

Apresiasi tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri sekaligus melakukan monitoring perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG), Jumat (24/4/2026).

Menurut Bupati, FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus fasilitator dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan beragama di masyarakat.

“FKUB ini luar biasa. Mereka mampu merangkul semua pihak, menjaga komunikasi, dan menjadi penyejuk di tengah keberagaman yang ada,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menilai, keberadaan FKUB turut berkontribusi besar dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut tercermin dari terjaganya kerukunan antarumat beragama hingga saat ini.

“Alhamdulillah, kondisi kerukunan di Kabupaten Tangerang tetap harmonis. Ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, termasuk FKUB yang terus aktif menjaga toleransi,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung peran FKUB dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta mencegah potensi konflik yang dapat memecah persatuan.

“Kerukunan ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai terpecah hanya karena informasi yang tidak benar atau kesalahpahaman,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar selalu melakukan klarifikasi kepada pihak terkait, seperti FKUB, camat, lurah, maupun aparat setempat apabila menemukan informasi yang meragukan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi pelaksanaan perayaan Paskah bersama yang dinilai berjalan dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Ia berharap momentum tersebut dapat semakin mempererat hubungan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang.

“Perayaan ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA