Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menjadi narasumber seminar, menyampaikan optimisme bahwa perempuan dapat menjadi motor pembangunan di era global. (Foto: Ist)TANGERANG | BD — Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, optimistis perempuan dapat menjadi motor penggerak pembangunan di era global yang penuh tantangan dan dinamika.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam seminar publik bertajuk “Carrying Kartini’s Spirit to Empower Today’s and Future Women Leaders” yang diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) di Kampus SGU Alam Sutera, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Wabup Intan, peran perempuan saat ini tidak lagi terbatas pada ranah domestik, melainkan telah berkembang menjadi bagian penting dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pengambilan kebijakan.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi motor pembangunan. Di era global saat ini, perempuan harus berani tampil, berdaya saing, dan mengambil peran strategis dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi bagi perempuan untuk terus maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semangat Kartini bukan hanya dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Perempuan harus berani mengambil keputusan dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Dalam mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menghadirkan berbagai program untuk memperkuat kapasitas perempuan, salah satunya melalui akses pendidikan yang lebih luas.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang menjadi salah satu langkah konkret untuk membuka peluang bagi generasi muda, termasuk perempuan, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin memastikan perempuan di Kabupaten Tangerang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” ungkapnya.
Selain itu, inovasi Kurikulum Keputrian juga dihadirkan untuk membekali remaja putri dengan nilai-nilai moral serta keterampilan hidup (life skills), sehingga mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih siap.
“Perempuan harus dibekali sejak dini, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan hidup agar mampu bersaing di era global,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih optimal dan berkelanjutan.
Wabup Intan berharap, melalui berbagai upaya tersebut, semakin banyak perempuan yang berani tampil, mandiri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Jika perempuan terus diberdayakan, saya yakin mereka akan menjadi kekuatan besar yang mampu menggerakkan pembangunan dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Seminar tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif dari berbagai sektor yang berbagi pengalaman dan pandangan terkait peran perempuan dalam pembangunan di era modern. (*)
Tidak ada komentar