Kepala Dinas Kominfo Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, memaparkan penguatan Helita sebagai pintu utama layanan publik digital berbasis AI di Kota Tangerang Selatan. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat transformasi layanan publik berbasis digital melalui kehadiran asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Helita. Platform yang terintegrasi dalam aplikasi Tangsel ONE itu kini diproyeksikan menjadi pintu utama pelayanan masyarakat secara digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan Helita tidak hanya dirancang sebagai layanan informasi otomatis, tetapi juga sebagai pusat komunikasi warga dengan pemerintah daerah dalam satu sistem terpadu.
“Helita sudah memiliki fondasi kuat sebagai layanan digital warga berbasis AI. Tahap berikutnya adalah memperkuat integrasi, reliabilitas, dan kemampuan penyelesaian kebutuhan masyarakat secara end-to-end,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pengembangan Helita menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangsel membangun tata kelola pemerintahan yang lebih cepat, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
Melalui konsep “Chat-First AI”, warga kini dapat mengakses berbagai kebutuhan layanan publik hanya melalui percakapan digital, mulai dari mencari informasi umum, layanan perizinan, hingga menyampaikan laporan masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi periode 30 April hingga 6 Mei 2026, Helita telah menangani 545 percakapan dengan total 4.464 pesan masuk dari masyarakat.
Dari jumlah tersebut, mayoritas pengguna memanfaatkan layanan untuk mencari informasi umum sebesar 37,4 persen. Selanjutnya, persoalan perizinan mencapai 21,5 persen dan laporan masyarakat sebesar 14,6 persen.
Asep menyebut tingginya interaksi masyarakat menunjukkan mulai tumbuhnya kepercayaan warga terhadap layanan digital pemerintah daerah.
“Adopsi awal masyarakat cukup baik dengan 545 percakapan dan 4.464 pesan. Topik terbesar adalah informasi umum, perizinan, dan laporan masyarakat,” ungkapnya.
Selain menjadi kanal informasi, Helita kini juga mulai difungsikan untuk menerima dan mengelola pengaduan warga melalui sistem ticketing digital.
Tercatat sebanyak 68 tiket laporan telah masuk, dengan rincian 29 tiket masih berstatus terbuka (open) dan 37 tiket berhasil diselesaikan (closed).
Meski demikian, Pemkot Tangsel mengakui proses penyelesaian aduan masyarakat masih memerlukan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
“Helita sudah dapat menjadi front door untuk menerima kebutuhan warga, namun penyelesaian laporan masih sangat bergantung pada kesiapan proses tindak lanjut OPD, integrasi sistem, dan SLA internal,” jelas Asep.
Untuk memperkuat sistem layanan digital tersebut, Kominfo Tangsel juga tengah menyiapkan pengembangan native web chat sebagai kanal jangka panjang agar layanan lebih stabil dan mudah diakses masyarakat.
Selain itu, integrasi dengan layanan darurat 112 juga terus dilakukan guna mempercepat proses pelaporan dan tindak lanjut kebutuhan warga secara real time.
Dengan pengembangan tersebut, Pemkot Tangsel berharap Helita dapat menjadi fondasi baru pelayanan publik modern yang lebih efisien, responsif, dan terintegrasi di era digital. (*)
Tidak ada komentar