Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin (tengah) didampingi Pilar Saga Ichsan meninjau ruang server sebagai bagian dari penguatan sistem dan kapasitas layanan SPMB 2026. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan memastikan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Salah satu fokus utama yang diprioritaskan ialah menjaga stabilitas server agar tetap optimal saat terjadi lonjakan akses pendaftaran secara bersamaan, terutama pada hari-hari awal pembukaan SPMB.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Dr. TB. Asep Nurdin, S.Kom., M.Kom., mengatakan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting dalam mempersiapkan sistem pendaftaran tahun ini.
Menurutnya, tingginya trafik pengguna pada jam-jam tertentu kerap menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pendaftaran sekolah secara online.
“Berkaca dari pelaksanaan sebelumnya, hari pertama pendaftaran biasanya menjadi momen paling padat karena akses masyarakat masuk secara bersamaan. Karena itu kami melakukan peningkatan kapasitas server agar tetap berjalan optimal dan stabil,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, Diskominfo Tangsel bertindak sebagai penyedia dukungan teknologi untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam pelaksanaan SPMB 2026.
Melalui dukungan tersebut, Pemkot Tangsel menargetkan sistem penerimaan murid baru dapat berjalan lebih transparan, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
“Kami memastikan kapasitas server aman dari risiko overload akibat lonjakan trafik pendaftaran. Sistem juga terus dipantau agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” katanya.
Tak hanya memperkuat kapasitas server, Diskominfo Tangsel juga melakukan serangkaian pengujian sistem sebelum aplikasi dibuka untuk umum.
Pengujian itu meliputi User Acceptance Test (UAT) bersama Dindikbud untuk memastikan seluruh alur pendaftaran berjalan sesuai petunjuk teknis, hingga Penetration Testing (Pentest) guna mendeteksi potensi celah keamanan sistem.
Selain itu, aplikasi SPMB Tangsel kini telah terintegrasi langsung dengan basis data kependudukan Disdukcapil untuk mempercepat proses verifikasi data calon siswa.
Integrasi tersebut dinilai mampu meminimalkan potensi manipulasi data domisili yang kerap menjadi sorotan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
“Verifikasi data menjadi lebih cepat dan akurat karena sistem sudah terhubung langsung dengan data kependudukan,” ungkap Asep.
Di sisi lain, Diskominfo juga menyiapkan layanan teknis dan pendampingan bagi operator sekolah selama proses pendaftaran berlangsung.
Pemkot Tangsel turut menyediakan akses internet gratis di sekitar 5.000 titik yang tersebar di balai warga, taman lingkungan, masjid, dan sejumlah fasilitas publik lainnya untuk membantu masyarakat mengakses layanan SPMB online.
Asep menegaskan seluruh proses pendaftaran dan seleksi SPMB 2026 dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun.
“Masyarakat kami imbau berhati-hati terhadap oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan. Seluruh proses dilakukan transparan melalui sistem,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar