Kepala Dinas Kominfo Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, menjelaskan hasil evaluasi penggunaan Helita yang mencatat 974 percakapan selama periode April–Juni 2026. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan mencatat 974 percakapan masuk melalui asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI chat-first) Helita selama periode evaluasi 30 April hingga 15 Juni 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator utama meningkatnya interaksi masyarakat terhadap layanan digital Pemerintah Kota Tangsel yang terintegrasi dalam platform Tangsel ONE.
Kepala Dinas Kominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menyebut angka tersebut menunjukkan adanya tren awal adopsi layanan digital oleh masyarakat, terutama dalam memanfaatkan kanal berbasis AI untuk kebutuhan informasi dan konsultasi layanan publik.
“Helita tidak hanya menjadi kanal layanan, tetapi juga ruang awal masyarakat untuk berinteraksi dengan sistem digital pemerintah,” ujar Asep, Senin (22/6/2026).
Dari total 974 percakapan tersebut, tercatat lebih dari 10 ribu pesan yang diproses oleh sistem selama periode evaluasi. Interaksi ini didominasi oleh pertanyaan seputar layanan administrasi, perizinan, serta informasi prosedur layanan publik.
Kominfo Tangsel menilai pola percakapan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke kanal digital untuk mencari informasi sebelum mengakses layanan secara langsung.
Namun demikian, Asep mengakui bahwa tingkat adopsi tersebut masih berada pada tahap awal dan belum sepenuhnya berlanjut pada proses layanan digital yang tuntas.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi di tahap konsultasi awal, tetapi masih diperlukan penguatan literasi digital agar proses layanan dapat berlanjut hingga tahap penyelesaian,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tangsel melalui Kominfo akan terus mendorong optimalisasi Helita sebagai asisten virtual layanan publik, termasuk pengembangan konten edukasi dan penyederhanaan alur layanan agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Selain itu, integrasi Helita dengan berbagai layanan daerah diharapkan dapat memperkuat posisi platform ini sebagai pintu masuk utama layanan digital pemerintah daerah.
Kominfo menegaskan, penguatan ekosistem digital tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan pola layanan.
“Transformasi digital ini membutuhkan proses. Bukan hanya soal sistem yang siap, tetapi juga bagaimana masyarakat terbiasa menggunakannya,” tambah Asep.
Dengan capaian hampir seribu percakapan dalam periode kurang dari dua bulan, Helita dinilai mulai menunjukkan peran strategisnya sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga dalam ekosistem layanan digital Tangsel ONE. (*)
Tidak ada komentar