KKN UMT Kunciran Jaya bersama perwakilan warga RT 05 dan RT 06 saat melakukan edukasi dan praktik pembuatan pupuk kompos serta lubang biopori. (Foto: Dok. Penulis)KOTA TANGERANG | BD — Upaya mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Kunciran Jaya melalui edukasi pembuatan pupuk kompos dan lubang biopori kepada warga RT 05 dan RT 06. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja lingkungan KKN untuk mendorong masyarakat mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, sisa buah-buahan, hingga sisa makanan yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan.
Edukasi tersebut merupakan bagian dari Proker 2 berupa pembuatan pupuk kompos dan Proker 3 berupa lubang biopori. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak perwakilan warga mengikuti praktik secara langsung.
Edukasi Pembuatan Pupuk Kompos
Pada Proker 2, mahasiswa KKN UMT Kunciran Jaya memberikan edukasi sekaligus praktik sederhana mengenai pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan rumah.
Praktik diawali dengan memasukkan tanah sebagai lapisan pertama. Selanjutnya, sisa sayuran atau sisa masakan dapur dimasukkan, kemudian ditutup kembali dengan tanah.
Setelah itu, daun-daun kering ditambahkan sebagai bahan organik dan kembali ditutup menggunakan tanah. Susunan bahan tersebut kemudian disiram dengan campuran air beras dan air biasa secukupnya untuk menjaga kelembapan selama proses penguraian.
Melalui praktik tersebut, warga diajak memahami bahwa sampah organik rumah tangga masih memiliki nilai guna. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa dapur dan daun kering dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat.
Manfaatkan Sampah Organik lewat Lubang Biopori
Setelah praktik pembuatan kompos, kegiatan dilanjutkan dengan Proker 3, yaitu edukasi dan pembuatan lubang biopori.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa lubang biopori dapat dimanfaatkan sebagai tempat penguraian bahan organik secara alami. Sampah seperti sisa sayuran, sisa buah-buahan, dan bahan organik lainnya dapat dimasukkan ke dalam lubang tersebut.
Bahan organik kemudian mengalami proses penguraian secara alami. Dengan cara ini, sebagian sampah rumah tangga dapat dikelola di lingkungan sekitar dan tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah yang dibuang.
Siapkan Lokasi untuk Kompos dan Biopori
Kegiatan KKN juga dilanjutkan dengan menentukan dan menyiapkan lokasi yang akan digunakan untuk fasilitas kompos dan lubang biopori.
Mahasiswa KKN UMT Kunciran Jaya bersama perwakilan warga RT 05 dan RT 06 menempatkan fasilitas tersebut di lokasi yang diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting agar program tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Warga diharapkan dapat melanjutkan pemanfaatan tempat kompos dan lubang biopori secara mandiri.
Membangun Kebiasaan Mengelola Sampah
Edukasi kompos dan lubang biopori menjadi salah satu upaya KKN UMT Kunciran Jaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik.
Melalui Proker 2 dan Proker 3, warga diperkenalkan pada cara sederhana memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Sisa sayuran dan daun kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sedangkan sisa buah-buahan dan bahan organik lainnya dapat dikelola melalui lubang biopori.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga. Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, pengelolaan sampah organik dapat memberikan manfaat bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan.
KKN UMT Kunciran Jaya berharap edukasi ini dapat menjadi langkah awal bagi warga RT 05 dan RT 06 untuk terus mengelola sampah organik secara lebih bijak serta menjadikan praktik kompos dan biopori sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.
Penulis: Ghefira Nur Fatimah
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, peserta KKN UMT Kunciran Jaya. (*)
Tidak ada komentar