Tujuh Orang Masih Dicari, Benyamin Davnie Dampingi Andra Soni Temui Keluarga Jurnalis Donal Husni

waktu baca 3 menit
Jumat, 25 Sep 2026 17:13 9 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Tujuh orang dalam rombongan KM Arupadhatu I hingga kini masih belum diketahui keberadaannya setelah kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga awak tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.

Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah Gubernur Banten Andra Soni didampingi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menemui keluarga Donal Husni, salah satu jurnalis yang masih dalam pencarian, di kawasan Ciater, Serpong, Jumat (25/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andra menyampaikan perkembangan terbaru terkait pencarian rombongan KM Arupadhatu I sekaligus memastikan pemerintah tetap berkomunikasi dengan keluarga para korban.

“Saya dengan Pak Wali Kota Tangerang Selatan bersilaturahmi kepada istri atau keluarga dari Pak Donal, salah satu kawan-kawan kita dari jurnalis yang sampai hari ini, sejak tanggal 7 September belum ditemukan,” ujar Andra.

Tujuh Orang Belum Ditemukan

Rombongan KM Arupadhatu I terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka berangkat dari wilayah Carita, Pandeglang, pada 7 September 2026 untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, kapal tersebut kemudian hilang kontak di perairan Selat Sunda. Setelah pencarian dilakukan selama 10 hari, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan rombongan maupun kapal yang mereka gunakan.

Operasi SAR gabungan akhirnya dihentikan secara resmi pada 17 September 2026. Dalam operasi tersebut, ratusan personel dikerahkan untuk melakukan penyisiran melalui jalur darat, laut, dan udara.

Meski operasi resmi telah dihentikan, pemerintah memastikan setiap informasi baru yang berkaitan dengan keberadaan tujuh orang yang masih hilang tetap ditindaklanjuti.

Andra mengatakan, pemerintah terus menyebarkan informasi dan berkomunikasi dengan kapal-kapal yang melintas di jalur pencarian. Pemantauan juga diperluas hingga wilayah Bengkulu.

“Jadi operasionalnya memang sudah dihentikan, tapi terkait dengan tindak lanjut setiap informasi itu dilakukan. Makanya ini salah satunya, informasi yang kita dapat, kita tindak lanjuti,” kata Andra.

Surakhman Telah Teridentifikasi

Sebelumnya, perkembangan pencarian terjadi setelah jenazah tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada 12 September 2026.

Jenazah tersebut kemudian menjalani serangkaian proses identifikasi, termasuk pemeriksaan sidik jari, gigi, dan DNA. Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut merupakan Surakhman, salah satu awak KM Arupadhatu I.

Dengan teridentifikasinya Surakhman, tujuh orang lainnya masih belum ditemukan. Selain Donal Husni, enam orang lainnya merupakan bagian dari rombongan yang berada di KM Arupadhatu I saat kapal tersebut hilang kontak.

Andra juga menyampaikan bahwa terdapat informasi mengenai penemuan jenazah di sekitar perairan Mukomuko, Bengkulu. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah tersebut dipastikan bukan bagian dari rombongan KM Arupadhatu I.

Pemerintah Tetap Jaga Komunikasi dengan Keluarga

Di tengah belum adanya kepastian mengenai keberadaan tujuh orang tersebut, pemerintah memastikan komunikasi dengan keluarga tetap dilakukan.

Andra mengatakan setiap perkembangan akan disampaikan kepada keluarga, termasuk informasi yang diperoleh setelah operasi SAR resmi dihentikan.

“Seluruh keluarga dari delapan orang ini kami masih keep in touch, masih tersambung,” ujarnya.

Pemerintah juga tetap membuka tindak lanjut terhadap informasi baru yang dinilai berkaitan dengan keberadaan rombongan KM Arupadhatu I. Menurut Andra, meski operasi pencarian tidak lagi berjalan seperti sebelumnya, informasi dari masyarakat maupun kapal yang melintas tetap menjadi bagian dari pemantauan.

Sementara itu, Benyamin Davnie memastikan Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus mendampingi keluarga Donal Husni. Pemkot Tangsel juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten apabila terdapat perkembangan maupun kebutuhan keluarga.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga komunikasi dengan keluarga korban, terutama selama belum adanya kepastian mengenai keberadaan tujuh orang yang masih dicari. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA