Abraham Garuda Laksono, Anggota Komisi V DPRD Banten, menekankan peran strategis sekolah dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini di tengah krisis lingkungan. Ia mendorong agar program Sekolah Adiwiyata diperkuat dan diperbanyak di Provinsi Banten. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, menegaskan Sekolah Adiwiyata harus menjadi garda depan dalam menghadapi krisis lingkungan yang kian nyata di Provinsi Banten. Di tengah degradasi kualitas lingkungan, anomali cuaca, dan pemanasan global, sekolah dinilai memiliki peran strategis membangun kesadaran ekologis sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Abraham saat kunjungan kerja Komisi V DPRD Banten ke SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti pada simbol kebersihan, tetapi harus menanamkan nilai keberlanjutan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa.
“Di tengah krisis lingkungan dan perubahan iklim, sekolah harus menjadi ruang awal pembentukan kesadaran ekologis. Program Adiwiyata bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen penting pendidikan karakter dan keberlanjutan,” ujar Abraham.
Ia mendorong Pemerintah Provinsi Banten—khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten—untuk mengintensifkan program Sekolah Adiwiyata secara masif dan berkelanjutan, melalui pendampingan, penguatan kurikulum lingkungan, serta dukungan sarana pendukung.
“Kesadaran ekologis harus dibangun secara sistematis. Jika sejak bangku sekolah siswa memahami relasi manusia dan lingkungan, itu menjadi modal penting bagi masa depan daerah,” katanya.
Selain pendidikan lingkungan, Abraham menekankan pentingnya aksi nyata seperti penghijauan. Penanaman pohon, menurutnya, harus dijadikan budaya bersama dan dilanjutkan secara konsisten, termasuk melibatkan sekolah-sekolah.
“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Gerakan ini perlu diperluas agar memberi dampak nyata bagi ketahanan ekologis,” tegasnya.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Banten, Barhum HS, bersama sejumlah anggota DPRD Banten dalam rangka serap aspirasi pendidikan menengah.
Dalam pertemuan dengan pihak sekolah, komite, dan pemangku kepentingan pendidikan, Komisi V menerima berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran hingga pengembangan sekolah berbasis lingkungan.
Kepala SMKN 4 Kota Tangerang Selatan, M. Akrom, menjelaskan sekolah yang dipimpinnya memiliki empat jurusan keahlian, yakni Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (Arsitektur), Layanan Kesehatan (Keperawatan), serta Desain Komunikasi Visual (Animasi). Ia juga menyampaikan kebutuhan perluasan lahan sekolah.
“Untuk memenuhi standar nasional pendidikan, idealnya kami membutuhkan lahan seluas satu hektare. Saat ini luas lahan sekolah baru sekitar 4.600 meter persegi,” ungkapnya.
Sementara itu, Barhum HS menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lanjutan dalam perumusan kebijakan demi kemajuan pendidikan di Provinsi Banten. (*)
Tidak ada komentar