Site icon BantenDaily

Aliansi Peduli Iran Aksi di Kedubes AS dan Kemenlu, Kecam Serangan ke Iran

Aliansi Peduli Iran gelar aksi di Kedubes AS dan Kemenlu RI, kecam serangan AS ke Iran serta desak perlindungan WNI.

Seorang orator dari Aliansi Peduli Iran memberikan pidato di atas kendaraan saat menyampaikan aspirasi mereka dalam aksi solidaritas di jalanan Jakarta. (Foto: Ist)

JAKARTA | BD — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Iran (API) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Jumat (06/03/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.

Aliansi Peduli Iran terdiri dari sejumlah organisasi, di antaranya Pemuda Muslimin DKI Jakarta, SEMMI Jakarta Raya, dan LMND DKI Jakarta. Mereka menilai tindakan militer tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan serta memicu dampak global, termasuk terhadap kondisi ekonomi dunia.

Koordinator Lapangan API yang juga Ketua Pemuda Muslimin, Rizky, dalam orasinya di depan Kedubes AS menyampaikan kecaman keras terhadap serangan sepihak tersebut. Ia menilai tindakan militer itu bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

“Tindakan militer ini telah mengangkangi Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang melarang agresi terhadap kedaulatan negara lain. Ini bukan sekadar konflik regional, tetapi ancaman serius terhadap norma internasional yang melarang agresi dan kejahatan perang,” ujar Rizky.

Rizky juga menyoroti potensi dampak ekonomi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Menurutnya, gangguan di wilayah tersebut dapat memicu kenaikan harga energi yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, yang turut memimpin massa di depan Kantor Kementerian Luar Negeri RI, mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam merespons situasi tersebut.

“Indonesia memiliki prinsip politik luar negeri bebas aktif. Kami meminta Kementerian Luar Negeri menjalankan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk diplomasi dan rencana evakuasi bagi mahasiswa maupun pekerja migran Indonesia di wilayah terdampak konflik.

Di lokasi yang sama, Ketua LMND DKI Jakarta, Randen Akagits, menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang kompleks.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Peduli Iran menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mengecam agresi militer sepihak oleh Amerika Serikat dan sekutunya, mendesak Dewan Keamanan PBB segera menghentikan eskalasi konflik, meminta pemerintah Indonesia mengantisipasi potensi kenaikan harga energi nasional, serta menuntut perlindungan maksimal bagi WNI di kawasan terdampak konflik.

Aksi yang berlangsung tertib tersebut ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap kepada perwakilan instansi terkait sebagai bentuk komitmen masyarakat sipil dalam mendorong perdamaian dan keadilan global. (*)

Exit mobile version