KOTA SERANG | BD — Gubernur Banten Andra Soni menyoroti mulai terlihatnya hasil pembinaan olahraga tenis di Provinsi Banten yang kini mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi hingga menembus ajang internasional.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri pembukaan Kejuaraan Tenis Kapolda Banten Cup 2026 di UH Tennis Center, Kota Serang, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pengprov Pelti) Banten bersama Polda Banten menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu indikator keberhasilannya terlihat dari atlet binaan Pelti Banten yang saat ini tengah mengikuti turnamen tenis internasional di Kazakhstan. Selain itu, Banten juga memiliki atlet tenis peringkat satu nasional Kelompok Umur (KU) 10 asal Kota Serang.
“Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan sudah berada di jalur yang baik dan harus terus didukung bersama,” kata Andra Soni.
Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga usia dini yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan atlet berkualitas dan mampu bersaing di level lebih tinggi.
Andra Soni juga mengapresiasi komitmen Pengprov Pelti Banten dan Polda Banten yang terus aktif menggelar berbagai kompetisi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi seperti Kapolda Banten Cup menjadi ruang penting bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental kompetitif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengprov Pelti Banten dan Polda Banten yang terus konsisten melakukan pembinaan olahraga tenis di Provinsi Banten,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andra Soni berharap atlet-atlet muda tenis Banten dapat menjadi bagian penting dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional XXIII mendatang, saat Banten menjadi tuan rumah.
Sementara itu, Kapolda Banten Hengki mengatakan, Kapolda Banten Cup 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga tenis lapangan di daerah.
Turnamen tersebut diikuti 20 tim dari berbagai daerah, mulai dari Banten, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, hingga sejumlah kementerian. (*)
