TANGERANG | BD — Badan Karantina Indonesia menampilkan kesiapan layanan karantina modern dan sistem biosekuriti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI, Jumat (17/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang untuk memperlihatkan transformasi pelayanan berbasis teknologi sekaligus penguatan perlindungan sumber daya hayati di pintu masuk utama Indonesia.
Melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Banten, Badan Karantina Indonesia mempresentasikan berbagai fasilitas layanan, mulai dari alur pemeriksaan karantina, Instalasi Karantina Hewan (IKH), hingga Laboratorium Terintegrasi yang menjadi penopang pengawasan berbasis ilmiah.
Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, mengatakan kunjungan Komisi IV DPR RI merupakan momentum untuk menunjukkan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pelayanan karantina yang cepat, modern, transparan, dan mampu menjawab tantangan perdagangan global.
“Badan Karantina Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan karantina agar semakin responsif, modern, dan mampu menjawab tantangan global. Kami memastikan setiap proses karantina berjalan cepat, akurat, dan transparan sehingga tidak hanya melindungi sumber daya hayati nasional, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan serta meningkatkan kepercayaan mitra internasional,” kata Shahandra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/7).
Menurutnya, penguatan layanan karantina membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui pengembangan kebijakan, peningkatan sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi, serta penguatan anggaran agar mampu menghadapi meningkatnya lalu lintas perdagangan internasional dan ancaman hama maupun penyakit hewan, ikan, serta tumbuhan.
Ia menegaskan, karantina merupakan bagian penting dari sistem biosekuriti nasional yang berfungsi menjaga keamanan hayati Indonesia sekaligus mendukung perdagangan yang aman dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI dijadwalkan meninjau secara langsung proses pelayanan karantina kepada pengguna jasa, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, hingga pelaksanaan tindakan karantina sesuai ketentuan. Rombongan juga melihat kesiapan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten.
Kepala Karantina Banten, Duma Sari M.H., mengatakan seluruh fasilitas telah dioptimalkan untuk mendukung pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan sumber daya hayati nasional.
“Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia,” ujarnya.
Data Januari hingga Juni 2026 menunjukkan aktivitas pelayanan Karantina Banten terus meningkat. Pada sektor karantina hewan diterbitkan 1.875 sertifikat impor, 2.873 sertifikat ekspor, 4.527 sertifikat domestik masuk, dan 6.112 sertifikat domestik keluar. Karantina ikan mencatat 19.603 sertifikat ekspor, sedangkan karantina tumbuhan menerbitkan 23.725 sertifikat domestik keluar.
Selain layanan sertifikasi, Instalasi Karantina Hewan Banten selama semester pertama 2026 menangani pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, enam ekor kuda, dan delapan ekor reptil melalui Bandara Soekarno-Hatta. Seluruh hewan menjalani observasi kesehatan, isolasi, perlakuan karantina, serta penerapan biosekuriti berlapis melalui pengendalian akses, desinfeksi, dan pemisahan zona untuk mencegah kontaminasi silang.
Sementara itu, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten telah melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan sepanjang Januari-Juni 2026. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar ilmiah dalam pengambilan keputusan tindakan karantina.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi upaya Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan salah satu gerbang utama lalu lintas komoditas nasional dan internasional.
“Karantina merupakan benteng pertama negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Pelayanan sudah berjalan baik, namun penguatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia tetap perlu menjadi perhatian agar perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional semakin optimal,” katanya.
Kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI diharapkan semakin memperkuat sinergi antara DPR RI dan Badan Karantina Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkokoh sistem biosekuriti nasional, serta mendukung kelancaran perdagangan nasional maupun internasional. (*)
