Site icon BantenDaily

Banjir Setinggi 1 Meter, Warga Petir Cipondoh Menuju Masjid dengan Perahu Karet

Warga Petir Cipondoh kembali terdampak banjir kiriman setinggi 1 meter, bahkan salat Jumat terpaksa naik perahu karet.

Sejumlah warga menaiki perahu karet demi bisa melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami Nurul, RW 07, Cipondoh, Tangerang.(Foto: Ist)

KOTA TANGERANG | BD Warga di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, kembali dihantam banjir kiriman pada Jumat, 28 Agustus 2025. Genangan air yang melanda tiga rukun warga (RW) sekaligus, yakni RW 05, 06, dan 07, mulai masuk sejak pukul 07.00 WIB dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian harus beradaptasi dengan situasi darurat.

Banjir juga menyulitkan warga Muslim yang hendak menunaikan salat Jumat. Untuk menuju Masjid Jami Nurul di RT 01 RW 07, mereka terpaksa melintasi genangan. Tak sedikit yang harus memanfaatkan perahu karet demi bisa melewati air yang cukup dalam.

Ketua RW 07, Muhidin, mengungkapkan bahwa banjir sudah menjadi masalah rutin di wilayahnya. Menurutnya, luapan Kali Angke menjadi penyebab utama. “Kalau hujan deras, dalam sebulan bisa sampai tiga kali banjir,” jelasnya.

Salah satu titik paling parah terdampak ialah Kampung Candulan. Sejak pagi, kawasan RT 01 hingga RT 04 terendam dan ketinggian air terus bertambah hingga siang hari. Warga pun siaga, bahkan ada yang mulai mengungsi sejak malam sebelumnya untuk mengantisipasi keadaan.

“Jumlah warga yang terkena cukup besar. RT 01 hampir seluruhnya terendam, mencakup sekitar 150 kepala keluarga. Di RT 02 ada sekitar 25 KK, RT 03 masih relatif aman, sedangkan RT 04 sekitar 50 KK juga kebanjiran. Air dari Kali Angke juga kotor dan berbau, sehingga makin menyulitkan warga, apalagi ketika banjir mulai surut,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Adin ini menambahkan, banjir terjadi karena pembangunan tanggul di Kali Angke belum rampung, ditambah sedimentasi di Kali Banjir Kanal Timur (BKT) yang menghambat aliran air. “BKT perlu segera dikeruk dan tanggulnya diperbaiki agar air bisa mengalir normal,” tegasnya.

Adin berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini. “Kami menunggu tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Banten dan Walikota Tangerang beberapa waktu lalu. Warga ingin solusi permanen, agar banjir yang sudah lama jadi masalah bisa benar-benar tuntas,” ucapnya.

Banjir yang kerap datang ke Kelurahan Petir bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan serta kerusakan harta benda. Warga berharap ada penanganan serius dan berkelanjutan, sehingga mereka bisa hidup lebih tenang tanpa dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. (*)

Exit mobile version