Bank Jatim Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Banten

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 20:58 117 Nazwa

EKBIS | BD — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi bergabung sebagai pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) setelah membeli 27,51 juta lembar saham pada 5 November 2025.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) yang diharapkan memperkuat posisi keduanya sebagai bank daerah berdaya saing nasional.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyambut positif kerja sama tersebut.

“Masuknya Bank Jatim sebagai pemegang saham menandai babak baru transformasi Bank Banten menuju lembaga keuangan yang lebih sehat dan tangguh,” ujarnya, Selasa, 11 November 2025.

Busthami menambahkan, sinergi KUB dengan Bank Jatim akan memperkuat struktur permodalan, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bank Banten.

Sebagai tindak lanjut, Bank Banten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025 untuk menetapkan Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Kedua sekaligus Bank Induk KUB, sesuai regulasi OJK Nomor 12/POJK.03/2020.

Sinergi Bank Jatim dan Bank Banten Perkuat Permodalan dan Ekspansi Bisnis

Sinergi KUB antara Bank Banten dan Bank Jatim mendapat dukungan penuh dari Gubernur Banten Andra Soni, yang menilai kerja sama ini akan mempercepat ekspansi layanan perbankan daerah.
Bank Banten juga diproyeksikan semakin siap dalam mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Kami optimistis kolaborasi dengan Bank Jatim akan meningkatkan kapasitas Bank Banten dalam pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Busthami.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh konsolidasi bank pembangunan daerah yang mampu bersaing di pasar perbankan nasional, dengan tata kelola yang lebih kuat dan efisien.

Kinerja Bank Banten Tumbuh Positif, Saham BEKS Ikut Menguat

Kinerja Bank Banten menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025.
Hingga akhir kuartal III 2025, bank daerah ini mencatat laba bersih Rp10,70 miliar, meningkat 43,34% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,46 miliar.
Sementara total aset naik menjadi Rp9,50 triliun, tumbuh 24,15% dibanding tahun lalu.

Rasio NPL (Non-Performing Loan) juga menunjukkan perbaikan, diperkirakan turun di bawah 5 persen pada akhir tahun.
Optimisme pasar turut tercermin dari harga saham Bank Banten (kode BEKS) yang menutup perdagangan 10 November 2025 di level Rp31 per lembar.

Komposisi pemegang saham BEKS kini terdiri dari:

  1. Pemprov Banten: 66,11%
  2. Bank Jatim: 0,05%
  3. Publik: 33,84%

“Kinerja positif ini membuktikan arah transformasi Bank Banten berjalan baik. Dengan dukungan sinergi bersama Bank Jatim, kami siap memperkuat peran Bank Banten sebagai bank kebanggaan masyarakat Banten,” tutup Busthami. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA