KOTA TANGSEL | BD – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong generasi muda untuk memanfaatkan peluang berkarier di tingkat internasional melalui program pelatihan kerja luar negeri yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan bersama PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS).
Menurut Benyamin, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara harus menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda Tangsel. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta pemahaman budaya negara tujuan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sekaligus pembukaan Program Pelatihan Kerja Luar Negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan, Senin (13/7/2026).
“Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat luar biasa bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah kita. Secara khusus, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Dwi Tunggal Jaya Abadi bersama Universitas Ichsan Satya (UIS) atas terselenggaranya kerja sama strategis ini,” ujar Benyamin.
Ia mengatakan, program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di pasar kerja global.
“Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan,” katanya.
Program pelatihan dirancang melalui tiga tahapan, yakni dilatih, disertifikasi, dan bekerja. Peserta akan memperoleh pembekalan secara menyeluruh sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, mulai dari pelatihan bahasa, keterampilan teknis, hingga pemahaman budaya dan etos kerja.
Sebanyak 69 peserta telah mendaftar dan saat ini tengah menjalani proses verifikasi. Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi, medical check up, pengurusan paspor, hingga proses pengajuan visa.
Benyamin menilai, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri di luar negeri.
“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” jelasnya.
Selain menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan, Pemkot Tangsel juga memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melalui pengembangan jejaring kelas industri di sejumlah SMK. Hingga saat ini, sosialisasi program telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.
Di sisi lain, Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang legal dan berkantor di Tangerang Selatan.
Pemkot Tangsel juga tengah menyiapkan website khusus pendaftaran agar masyarakat dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan. Selain itu, regulasi daerah mengenai dukungan pembiayaan medical check up bagi calon pekerja migran juga sedang disusun.
Benyamin menegaskan, keberhasilan mencetak tenaga kerja berkualitas membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Ini adalah wujud nyata link and match antara dunia pendidikan dengan industri global. Kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga pelatihan seperti inilah yang menjadi kunci agar proses penempatan kerja ke luar negeri berjalan dengan aman, legal, dan prosedural,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Tangerang Selatan yang berani mengambil peluang bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus membawa pengalaman dan kompetensi internasional yang bermanfaat bagi pembangunan daerah. (*)
