KOTA TANGSEL | BD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mendorong fasilitas kesehatan daerah agar mencapai standar layanan setara dengan rumah sakit swasta berkualitas tinggi. Pernyataan ini disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, dalam acara monitoring dan evaluasi (monev) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sektor kesehatan periode semester II 2025, yang digelar di Puspemkot Tangsel pada Senin (6/4/2026).
“Kami mengevaluasi capaian pendapatan BLUD, mutu layanan, sarana prasarana, dan berbagai aspek lainnya. Evaluasi rutin ini bertujuan agar BLUD bisa berubah menjadi fasilitas kesehatan yang benar-benar profesional,” kata Pilar. Penilaian mencakup performa berbagai unit kesehatan daerah, seperti Puskesmas, RSUD, hingga Labkesda. Fokus utama meliputi target pendapatan, kualitas pelayanan, kelengkapan fasilitas, serta kesiapan tenaga kesehatan untuk mendukung transformasi layanan publik.
Pilar menekankan bahwa fasilitas kesehatan pemerintah tidak boleh lagi dianggap sebagai opsi terakhir oleh warga. “Puskesmas dan RSUD harus jadi pilihan utama yang kompetitif dengan rumah sakit swasta, baik dalam penanganan medis maupun keramahan terhadap pasien,” tambahnya. Meski Tangsel sering mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan, Pilar menyerukan standar lebih tinggi, seperti Eka Hospital atau Premier Bintaro yang menarik wisatawan kesehatan—bukan hanya soal pengobatan, tapi juga pengalaman pelayanan prima.
Untuk merealisasikan hal ini, Pemkot Tangsel mengajak investor, mitra kerja sama, dan skema pendanaan baru guna tingkatkan infrastruktur kesehatan. Contoh nyata adalah proyek gedung baru di RSUD Tangsel, yang dirancang setara RSCM Kencana untuk melayani pasien asuransi maupun umum. Pilar juga menyoroti kebutuhan standarisasi di semua Puskesmas. “Saya harap pelayanan di setiap Puskesmas konsisten dan berkualitas sama, sehingga warga mendapat pengalaman seragam di mana saja. Ke depan, semuanya harus superior,” tegasnya.
Lewat monev berkala, Pemkot Tangsel ingin BLUD kesehatan tak hanya unggul dalam layanan, tapi juga mandiri secara finansial, sehingga inovasi dan pengembangan fasilitas bisa berlanjut secara berkelanjutan. (*)
