TANGERANG | BD — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengakui keterbatasan kemampuan anggaran daerah dalam pelaksanaan pembangunan dan meminta masyarakat untuk bersabar, khususnya terhadap proyek-proyek yang belum terealisasi di wilayah Pasarkemis dan Rajeg.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama Forum RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ibu-ibu majelis taklim di Perumahan Tangerang Elok, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (3/4/2026).
Dalam sambutannya, Maesyal menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Tangerang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, mengingat luas wilayah yang mencapai sekitar 1.050 kilometer.
“Yang belum selesai mohon bersabar, karena kemampuan keuangan daerah juga terbatas. Namun kami bersama dinas terkait, khususnya Bina Marga, terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal dan merata,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan, salah satunya melalui percepatan proses lelang proyek agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan. Upaya ini telah mulai diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Pakuhaji dan sekitarnya.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Tangerang juga menggulirkan berbagai program sosial seperti sekolah gratis, beasiswa pendidikan, serta program bedah rumah bagi masyarakat dengan hunian tidak layak.
“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat, terutama yang rumahnya sudah tidak layak. Itu menjadi perhatian serius kami,” kata Maesyal.
Terkait penanganan banjir, ia menyebut normalisasi saluran air dan pembangunan tanggul terus dilakukan secara bertahap. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tetap lancar.
“Beberapa titik yang sebelumnya rawan banjir di Elok Pasar Kemis kini mulai teratasi. Ini berkat sinergi pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maesyal juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan dalam pelayanan publik selama masa kepemimpinannya.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih banyak kekurangan, dan ini menjadi bahan evaluasi ke depan,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah agar semakin maju dan sejahtera. (*)
