Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat memberikan arahan dalam pembukaan Lokakarya Adat Seni Budaya yang diselenggarakan oleh HMMI di Aula Kwarcab Pramuka, Curug. Beliau menekankan pentingnya menjaga jati diri bangsa melalui pelestarian budaya lokal. (Foto: ist)TANGERANG | BD — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka Lokakarya Adat Seni Budaya Warga Masyarakat Tangerang yang diadakan oleh Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Kecamatan Curug, pada Minggu (18/1/26).
Dalam pidatonya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang dikenal sebagai wilayah yang penuh dengan keragaman, termasuk tradisi adat, seni klasik, dan pengetahuan lokal yang berperan penting dalam pengembangan daerah.
“Kabupaten Tangerang dipenuhi oleh beragam adat dan seni budaya yang luar biasa. Ini menjadi aset sosial utama untuk menciptakan daerah yang damai, bermartabat, dan kompetitif,” kata Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menekankan bahwa adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan memiliki nilai-nilai mulia yang perlu dilindungi dan diteruskan ke generasi berikutnya.
“Adat dan seni budaya bukan hanya sisa-sisa masa lampau, tetapi warisan berharga yang sarat dengan semangat persatuan, kerja sama, toleransi, dan saling hormat. Nilai-nilai ini harus kita tanamkan pada kaum muda supaya mereka tetap memiliki identitas diri,” tegasnya.
Selanjutnya, ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap mendukung berbagai inisiatif untuk memajukan dan menjaga seni budaya serta berbagai bentuk kearifan lokal melalui program-program dan kerja sama antarpihak.
“Pemerintah setempat akan terus berperan serta dalam melestarikan adat dan seni budaya melalui aturan, inisiatif, dan kolaborasi dengan kelompok budaya, dunia pendidikan, serta semua komponen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap lokakarya ini dapat menghasilkan saran praktis dan rencana konkret yang bisa dijadikan panduan untuk kebijakan pelestarian budaya daerah di masa depan.
“Saya berharap lokakarya ini melahirkan ide-ide produktif dan saran yang bisa kita implementasikan bersama untuk kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” harapnya.
Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada HMMI atas penyelenggaraan lokakarya tersebut sebagai forum dialog dan penyusunan langkah nyata untuk menjaga budaya.
“Saya menghargai dan berterima kasih kepada HMMI yang telah mengambil inisiatif menggelar lokakarya ini. Acara ini menjadi ruang vital untuk berdiskusi, berbagi pemikiran, serta menyusun tindakan konkret dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh wakil dari Forkopimda, Plh. Sekda Iwan Firmansyah, perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten, para pemimpin adat, tokoh seni dan budaya, seniman, akademisi, serta berbagai pihak masyarakat yang peduli terhadap pelestarian budaya setempat. (*)
Tidak ada komentar