Curah Hujan Tinggi Sebabkan Tanggul Jebol, Pemkab Tangerang Gerak Cepat Atasi Risiko Banjir

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Des 2025 15:07 136 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan inspeksi langsung ke area tanggul atau turap yang rusak di kompleks Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, pada Jumat tanggal 5 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati ditemani oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, perwakilan Muspika Kecamatan Tigaraksa seperti Camat Tigaraksa, Kapolsek, Koramil, serta para ketua RW di lokasi.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa kerusakan tanggul disebabkan oleh hujan deras disertai angin kuat pada hari sebelumnya, ditambah dengan faktor usia tanggul yang telah mencapai lebih dari 20 tahun.

“Alhamdulillah hari ini, saya bersama Dinas Bina Marga SDA, Muspika, Pak Camat, Pak Kapolsek, Koramil, dan para RW memeriksa langsung kondisi tanggul atau turap yang runtuh, yang memisahkan jalan dan sungai di Perumahan Mustika Tigaraksa. Kemarin hujannya sangat deras dengan intensitas tinggi dan angin kencang, sehingga menyebabkan tanggul ini ambruk,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia langsung memberikan arahan kepada instansi terkait untuk menangani situasi dengan segera guna mencegah banjir yang lebih parah, mengingat saat ini sedang puncak musim hujan.

“Hari ini kita angkut dulu reruntuhannya. Sementara itu, nanti kita pasang bronjong sebagai tanggul sementara untuk mencegah air sungai meluap. Karena sekarang musim hujan, kita harus bertindak cepat. Jika tidak hujan, mungkin air tidak naik, tapi saat hujan lebat, permukaan air bisa meningkat. Secara keseluruhan, nanti kita evaluasi langkah selanjutnya yang perlu dilakukan,” tambahnya.

Ia juga terus mengingatkan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, dan menghindari pembuangan sampah sembarangan.

“Di musim hujan ini, saya minta kepada masyarakat untuk gotong royong menjaga kebersihan, terutama saluran-saluran air yang bisa dibersihkan secara manual. Tolong jangan buang sampah ke sungai, letakkan di tempat yang tepat. Setiap masalah yang muncul, kami akan segera tanggapi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA di Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, menyatakan bahwa pihaknya akan segera membersihkan reruntuhan tanggul yang runtuh sepanjang sekitar 20 meter.

“Bidang SDA akan mengangkat puing-puing reruntuhan tersebut. Setelah dibersihkan, kami akan memasang bronjong sebagai tanggul sementara untuk mencegah luapan sungai. Jika tidak sedang hujan deras, mungkin air tidak naik, tapi jika curah hujan tinggi, dikhawatirkan debit air meningkat jika tidak ditangani secara mendesak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan permanen akan dijadwalkan dalam anggaran tahun 2026. Selain itu, pihaknya sedang memeriksa kondisi struktur tanggul lainnya di sekitar lokasi kerusakan.

“Nantinya tanggul ini akan diperbaiki secara permanen pada anggaran 2026 dengan panjang sekitar 20 meter. Namun kami juga akan memeriksa struktur lain di sekitar lokasi. Jika ada bagian lain yang perlu diperbaiki, akan kami tangani di luar 20 meter tersebut. Tanggul ini sendiri sudah berusia sekitar 20 tahun sehingga memang sudah tua,” ujarnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA