SERANG | BD — Ilmu akuntansi yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan langsung di tengah aktivitas usaha masyarakat. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang mendampingi UMKM Gerabah Abad 16 di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dalam memperkuat pencatatan dan pengelolaan keuangan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Kelompok 9 dengan mengusung tema “Pendampingan Pembuatan Kertas Kerja Audit Sederhana dalam Meningkatkan Keandalan Pencatatan Keuangan pada UMKM Gerabah di Desa Bumi Jaya.”
Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai akuntansi, tetapi juga memberikan pendampingan praktis kepada pelaku usaha dalam menyusun kertas kerja audit sederhana. Alat tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memeriksa kembali pencatatan transaksi dan memperoleh gambaran keuangan usaha secara lebih tertib.
Kegiatan berlangsung di UMKM Gerabah Abad 16 milik Suhaimi. Mahasiswa berupaya menyesuaikan materi dengan kondisi usaha sehingga pengetahuan akuntansi yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara sederhana dalam aktivitas usaha sehari-hari.
PKM tersebut mendapat bimbingan dari Shally Khomilah, S.E., M.Ak. dan Indah Kristianti, S.Ak., M.Ak. Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, posttest, serta praktik penyusunan kertas kerja audit sederhana.
Ketua Pelaksana, Ghina Ariyani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penerapan ilmu yang kami dapatkan di perkuliahan, tetapi juga memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan oleh pelaku UMKM,” ujar Ghina.
Menurutnya, pendampingan dilakukan dengan pendekatan sederhana dan praktis agar pelaku usaha dapat memahami pencatatan keuangan tanpa merasa terbebani oleh proses administrasi yang rumit.
Dalam sesi pendampingan, Suhaimi selaku pemilik UMKM Gerabah Abad 16 memberikan informasi mengenai aktivitas usaha dan pencatatan transaksi yang selama ini dilakukan. Mahasiswa kemudian membantu mengidentifikasi informasi tersebut untuk dituangkan ke dalam kertas kerja sederhana.
Dosen pembimbing, Indah Kristianti, mengatakan kegiatan PKM menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana teori akuntansi berhadapan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM bahwa pencatatan keuangan yang tertib merupakan bagian penting dalam pengelolaan usaha,” katanya.
Ia menjelaskan, kertas kerja audit sederhana yang diperkenalkan bukan dimaksudkan untuk mempersulit pelaku usaha. Sebaliknya, instrumen tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi apakah transaksi telah dicatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pelaku usaha dapat menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam pencatatan keuangan, sementara mahasiswa memberikan penjelasan berdasarkan pengetahuan akuntansi yang mereka miliki.
Melalui kegiatan tersebut, Kelompok 9 berharap pendampingan dapat membantu UMKM Gerabah Abad 16 meningkatkan ketertiban pencatatan transaksi serta memperoleh informasi keuangan yang lebih jelas sebagai bahan evaluasi dan pengembangan usaha.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman untuk membawa ilmu dari ruang kuliah ke persoalan nyata masyarakat. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pelaku usaha di tingkat masyarakat. (*)
