Debat Kedua Pilkada Pandeglang: Fitron Dinilai Hanya Bicara Tanpa Solusi Terkait Perbaikan Jalan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Nov 2024 11:50 0 Redaksi

PANDEGLANG | bD — Dalam debat kedua Pilkada Kabupaten Pandeglang yang disiarkan di salah satu stasiun TV swasta pada Jumat malam, 15 November 2024 sekitar pukul 19.00 WIB, pasangan calon bupati dan wakil bupati saling beradu narasi tentang solusi pembangunan, khususnya dalam sektor infrastruktur.

Pada sesi tanya jawab, pasangan calon nomor urut 2, Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi, menyindir Fitron Nur Ikhsan dan Diana Drimawati Jayabaya, yang sering mengungkit masalah jalan rusak. Iing menilai bahwa argumen yang disampaikan Fitron hanya sekadar “omon-omon” (omong kosong).

“Bukan sekadar berbicara bahwa setiap periode membangun jalan 20 persen. Yang ditanyakan Bu Dewi adalah strategi dan solusi untuk menyelesaikan masalah infrastruktur di Pandeglang dengan anggaran terbatas. Namun, jawaban Fitron tidak sesuai dengan pertanyaan. Jadi saya menilai jawaban Fitron itu hanya omon-omon,” jelas Iing.

Iing menekankan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan infrastruktur, dibutuhkan lebih dari sekadar omongan. “Kalau hanya bisa omon-omon saja, tidak akan ada solusi untuk masalah pembangunan,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa strategi dalam menuntaskan infrastruktur memerlukan kebijakan penganggaran yang terukur. Menurut Iing, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan di Kabupaten Pandeglang mencapai sekitar Rp 2 triliun. Dia meyakinkan bahwa di bawah kepemimpinan Dewi-Iing, pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas.

“Saat ini, terdapat sekitar 272,03 kilometer jalan yang masih rusak di Kabupaten Pandeglang, dengan 173 kilometer di antaranya dalam kategori rusak berat. Semua itu akan tuntas jika Pemkab memiliki anggaran Rp 2 triliun,” ungkapnya.

Iing juga merujuk pada UU Nomor 1 Tahun 2022, yang menyatakan bahwa APBD Kabupaten Pandeglang seharusnya minimal 40 persen untuk belanja infrastruktur dasar. “Dengan asumsi APBD kita Rp 2,7 triliun, berarti akan ada alokasi sekitar Rp 1 triliun per tahun untuk pembangunan jalan,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa jika pasangan Dewi-Iing terpilih, mereka akan berkomitmen untuk memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Pandeglang dalam hal kebutuhan dasar infrastruktur. “Di bawah kepemimpinan Dewi-Iing, harapan masyarakat akan terwujud, didukung oleh kolaborasi konstruktif antara pemerintah daerah dan pusat, karena Ibu Dewi adalah kader partai Gerindra yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo,” pungkasnya. (Iman)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA