Site icon BantenDaily

Doa Bersama untuk 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Andra Soni Sampaikan Komitmen Pemprov Banten

Doa bersama digelar untuk 8 orang hilang di Selat Sunda, Andra Soni menyampaikan komitmen Pemprov Banten kepada keluarga.

Gubernur Banten Andra Soni didampingi Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan jajaran menghadiri doa bersama untuk delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang. (Foto: Ist)

PANDEGLANG | BD – Doa bersama untuk delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda digelar di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni serta keluarga korban.

Doa bersama berlangsung di salah satu penginapan di kawasan Carita. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar bersama untuk mendoakan lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Delapan orang tersebut hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda dalam perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga hari ke-10 operasi pencarian, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka maupun kapal yang ditumpangi.

Di tengah situasi tersebut, doa bersama menjadi ruang bagi keluarga dan pihak-pihak yang turut mendampingi untuk memanjatkan harapan agar segera ada petunjuk mengenai keberadaan para korban.

Andra Soni mengatakan, kehadirannya bersama Tinawati merupakan bentuk dukungan Pemprov Banten kepada keluarga korban. Menurutnya, keluarga membutuhkan dukungan sekaligus kepastian informasi selama proses penanganan berlangsung.

“Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga, karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan dan kepastian informasi,” ujar Andra Soni di Carita.

Ia menyampaikan, Pemprov Banten memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga delapan orang yang hilang. Komitmen tersebut tetap dijalankan meskipun operasi pencarian aktif oleh Tim SAR Gabungan telah dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Andra menegaskan, komunikasi dengan keluarga akan terus dijaga. Setiap perkembangan informasi dari Tim SAR maupun pihak terkait akan diteruskan kepada keluarga agar mereka tidak kehilangan akses terhadap informasi mengenai proses pencarian.

“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.

Selain keluarga korban, doa untuk delapan orang yang hilang juga dilakukan masyarakat di sekitar Carita. Pada hari terakhir operasi pencarian, warga dari sejumlah kecamatan turut menggelar doa bersama di Posko Utama SAR Gabungan sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar batin.

Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa pencarian delapan orang tersebut tidak hanya menjadi perhatian keluarga dan tim SAR, tetapi juga masyarakat yang berharap mereka segera ditemukan.

Pemprov Banten berharap doa dan dukungan yang diberikan dapat menguatkan keluarga dalam menghadapi situasi tersebut. Pemerintah daerah juga memastikan komunikasi dan pendampingan tetap dilakukan sembari menunggu informasi lebih lanjut mengenai keberadaan delapan orang yang hilang di Selat Sunda. (*)

Exit mobile version