SERANG | BD — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Reguler 2026 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Seminar Peduli Lingkungan di Desa Gunungsari, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Serang, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 98 peserta dari masyarakat dan unsur lingkungan setempat serta melibatkan 15 mahasiswa KUKERTA sebagai pelaksana.
Seminar tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan itu, mahasiswa menghadirkan Muhti Ali, S.KM., sebagai pemateri yang menyampaikan edukasi mengenai kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Persoalan sampah menjadi salah satu materi utama yang dibahas. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga agar tidak menimbulkan pencemaran maupun berbagai persoalan kesehatan.
Edukasi Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga
Dalam seminar, masyarakat diajak mengenali jenis sampah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dapat dimanfaatkan melalui pengomposan, sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan tertentu dapat dikumpulkan untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
Mahasiswa juga memperkenalkan penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat didorong mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mengolah barang bekas agar kembali memiliki nilai guna.
Pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai dapat membantu proses pengelolaan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan.
Selain pengelolaan sampah, peserta juga diberikan edukasi mengenai kebiasaan membakar sampah secara sembarangan. Pembakaran sampah, terutama yang mengandung bahan plastik, dapat menghasilkan asap dan zat berbahaya yang mencemari udara.
Karena itu, masyarakat didorong untuk memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman serta menjaga kualitas udara sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga dan lingkungan.
Jaga Kebersihan, Dukung Pola Hidup Sehat
Materi seminar juga mengaitkan kebersihan lingkungan dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat diajak membangun kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan halaman dan lingkungan sekitar rumah, menjaga kebersihan saluran air, serta tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan.
Mahasiswa menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pihak tertentu. Perubahan perilaku masyarakat dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Mahasiswa KUKERTA Buat Sarana Tempat Sampah
Seminar Peduli Lingkungan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa KUKERTA juga melakukan kegiatan nyata melalui pembuatan bak sampah di lingkungan masyarakat.
Pembuatan sarana tersebut dilakukan secara bertahap oleh mahasiswa bersama lingkungan sekitar. Kehadiran bak sampah diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih teratur sekaligus mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat selama pelaksanaan program KUKERTA.
Dorong Peran Aktif Masyarakat
Ketua Kelompok KUKERTA, Hufaeni, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seminar, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menjaga saluran air jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak yang besar,” ujar Hufaeni.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar edukasi yang diberikan mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan seminar selesai. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan positif yang telah diperkenalkan, mulai dari menjaga kebersihan rumah, memilah sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, hingga merawat fasilitas kebersihan yang tersedia.
Sebanyak 15 mahasiswa KUKERTA turut terlibat dalam rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan seminar dan kegiatan tindak lanjut berupa pembuatan sarana tempat sampah.
Kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Mahasiswa berupaya membangun keterlibatan berbagai unsur di Desa Gunungsari agar kepedulian terhadap lingkungan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui Seminar Peduli Lingkungan, mahasiswa KUKERTA Reguler 2026 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap masyarakat Desa Gunungsari semakin memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta mendorong masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan setelah masa pengabdian mahasiswa KUKERTA berakhir.
Dengan edukasi, pendampingan, dan kegiatan nyata seperti pembuatan bak sampah, mahasiswa KUKERTA berupaya meninggalkan kebiasaan positif yang dapat terus diterapkan masyarakat. Semangat kebersamaan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong Desa Gunungsari menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (Ril)
