Site icon BantenDaily

KDS Bougenville Sehati Gelar Dukungan Psikososial bagi Anak dan Perempuan dengan HIV di Tangerang

KDS Bougenville Sehati gelar dukungan psikososial dan edukasi HIV bagi perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang.

KDS Bougenville Sehati menggelar dukungan psikososial dan edukasi HIV bagi perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang, Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD — KDS Bougenville Sehati menggelar kegiatan dukungan psikososial dan edukasi HIV/AIDS bagi anak dan perempuan dengan HIV di Kabupaten Tangerang sebagai upaya memperkuat pendampingan, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta membangun dukungan sosial yang inklusif dan bebas stigma, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program dana hibah stimulan KPA Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Kegiatan tersebut mengusung pendekatan pendampingan sebaya melalui program caregiver yang melibatkan Anak dengan HIV (ADHIV) beserta para wali. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS, memperkuat dukungan psikologis, serta membangun solidaritas antar sesama perempuan dan anak dengan HIV.

Dalam kegiatan itu disampaikan bahwa Kabupaten Tangerang masih menghadapi tantangan serius dalam penanggulangan HIV/AIDS. Hingga tahun 2025, masih ditemukan kasus baru HIV positif, sementara kesenjangan penemuan kasus masih menjadi tantangan yang berpotensi memicu penularan baru di masyarakat.

Koordinator KDS Bougenville Sehati mengatakan kegiatan ini menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak dengan HIV untuk saling berbagi pengalaman, memperoleh edukasi, serta membangun semangat hidup yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap perempuan dan anak yang hidup dengan HIV mendapatkan ruang aman untuk saling menguatkan, meningkatkan pemahaman terkait pengobatan, serta membangun semangat hidup yang lebih baik,” ujar Windy Parkesit, Ketua Divisi Pendampingan Perempuan dan Anak dilansir Minggu, 24 Mei 2026.

Peserta mendapatkan edukasi dasar mengenai HIV dan AIDS, mulai dari cara penularan, gejala pada orang dewasa maupun anak, hingga pentingnya terapi Antiretroviral (ARV) yang harus dikonsumsi secara rutin dan berkelanjutan. Materi juga membahas pengaruh HIV terhadap tumbuh kembang anak, kondisi gizi, serta pentingnya dukungan psikologis dan sosial bagi anak dengan HIV.

Materi utama disampaikan oleh narasumber Siti Tati Suharti yang menjelaskan dasar HIV, mekanisme penularan, gejala yang dapat muncul pada orang dewasa maupun anak, serta pentingnya kepatuhan menjalani terapi ARV. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa ARV harus diminum secara rutin pada waktu yang sama setiap hari guna menjaga kestabilan kadar obat dalam tubuh dan mencegah resistensi obat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, yakni Sapto Julianto selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta Hj. Susilawati, A.Ks selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Eks Penyakit Sosial. Hadir pula Yeni Nuraeni dari Kementerian Sosial yang memberikan informasi terkait akses bantuan sosial bagi masyarakat.

Peserta diimbau untuk melengkapi data asesmen secara rinci agar proses verifikasi dan penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Perwakilan DP3A Kabupaten Tangerang, dr. Yekti Wulandari, juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk Orang dengan HIV (ODHIV) dan anak dengan HIV. DP3A siap memberikan layanan pendampingan psikososial, trauma healing, hingga bantuan hukum apabila ditemukan kasus kekerasan, diskriminasi, maupun persoalan psikologis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan yang dihadapi caregiver, mulai dari pola gizi anak, pencegahan stigma, hingga strategi menjaga kepatuhan minum ARV pada anak.

Melalui kegiatan ini, KPA Kabupaten Tangerang berharap para caregiver semakin memahami pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung anak dengan HIV, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS yang inklusif, berkelanjutan, dan bebas stigma di Kabupaten Tangerang. (*)

Exit mobile version