Kemeriahan Student Carnaval Tangsel 2025: Pelajar dan Sanggar Tampilkan Ragam Seni Lokal

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Nov 2025 17:19 123 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Kemeriahan Student Carnaval Tangsel 2025 tampak sejak pagi ketika para pelajar dan sanggar seni dari seluruh kecamatan mulai menampilkan ragam seni dan budaya lokal. Ajang ini menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung kreativitas bagi generasi muda Tangerang Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, menyampaikan bahwa karnaval perdana ini diikuti 26 rombongan dari jenjang SD, SMP, hingga sanggar budaya.

“Alhamdulillah, walaupun hari libur, acaranya meriah. Ini ruang bagi siswa-siswi dan pelaku seni budaya untuk mengekspresikan minat, bakat, dan kemampuan. Harapan kami, anak-anak tumbuh memiliki kecintaan dan rasa berkewajiban melestarikan budaya,” ujar Deden di kawasan perkantoran Lengkong, Serpong, Sabtu (29/11/2025).

Para peserta menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari marching band, tari tradisional, pencak silat, hingga kreasi seni dari komunitas sanggar. Menurut Deden, ragam penampilan ini menunjukkan bahwa potensi seni di Tangsel cukup besar dan aktif, terutama dari generasi muda.

“Esensi kegiatan ini adalah mengajak generasi muda turut menjaga dan melestarikan budaya nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong penyelenggaraan event seni untuk melahirkan tarian khas Tangsel sebagai identitas daerah.

“Kami sudah berdiskusi dengan pelaku seni. Minimal setahun sekali harus ada karya baru yang merepresentasikan Tangsel. Mudah-mudahan event ini terus berkembang,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Tangsel, Yana Rodiana, menjelaskan bahwa Student Carnaval 2025 dibagi menjadi dua sesi: karnaval budaya dan pentas seni. Pada sesi karnaval budaya, 26 peserta dari SD, SMP, dan sanggar turut berpartisipasi, sedangkan sesi pentas seni menghadirkan 25 penampilan dari sekolah dan komunitas seni.

“Untuk karnaval budaya, kami menetapkan juara 1–3 untuk kategori SD dan SMP, serta juara harapan 1–3. Uang pembinaan diberikan untuk juara 1 hingga 3,” jelas Yana.

Ia juga menuturkan bahwa hadirnya peserta dari luar daerah merupakan langkah awal kerja sama budaya antarwilayah.

“Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan daerah sekitar untuk sama-sama mengangkat budaya lokal. Ini baru awal dan ke depan bisa semakin luas,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA