LEBAK | BD – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Kelompok 25 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar syukuran dengan pemotongan kambing dan ayam bersama warga di Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi program kerja perdana sekaligus ajang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan dihadiri tokoh agama setempat, di antaranya Kyai Umar Effendi dan Ustaz Asep, serta sejumlah tokoh masyarakat. Sebelum prosesi pemotongan hewan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu berbelanja kebutuhan acara di Pasar Gunung Kencana.
Proses penyembelihan kemudian dilakukan oleh Ustaz Asep bersama mahasiswa dan warga yang bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
Syukuran dan doa bersama digelar sekitar pukul 09.00 WIB dengan dihadiri warga sekitar serta keluarga pemilik posko yang menjadi tempat tinggal mahasiswa selama menjalankan KUKERTA di Desa Cicaringin.
Ketua KUKERTA Kelompok 25, M. Shambo Pratama Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus langkah awal untuk membangun kedekatan dengan masyarakat selama masa pengabdian.
“Kami berharap doa bersama yang dipanjatkan dalam acara ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh program kerja yang akan kami laksanakan hingga 23 Agustus 2026 mendatang,” ujarnya.
Selama persiapan acara, ibu-ibu warga bersama mahasiswi KUKERTA turut bergotong royong menyiapkan hidangan untuk kegiatan makan bersama yang digelar pada malam hari. Suasana kebersamaan terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan yang diwarnai semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KUKERTA Kelompok 25 berharap dapat memperkuat silaturahmi serta membangun kolaborasi dengan warga sebagai modal utama dalam menjalankan berbagai program pengabdian selama kurang lebih 40 hari di Desa Cicaringin.
Kontributor: Tania Cahayani, Sekretaris KUKERTA Kelompok 25 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)
