Site icon BantenDaily

Kunjungi Cikupa Mas, Komisi VII DPR RI Dalami Kondisi dan Dinamika Industri di Tangerang

Komisi VII DPR RI meninjau langsung kondisi dan dinamika aktivitas industri saat berkunjung ke Kawasan Industri Cikupa Mas.

Komisi VII DPR RI bersama Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pembukaan kunjungan kerja di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, untuk melihat secara langsung kondisi dan dinamika aktivitas industri di lapangan. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD — Aktivitas industri di Kabupaten Tangerang menjadi perhatian Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pertemuan dengan pemerintah daerah dan pengelola kawasan. Rombongan Komisi VII DPR RI juga turun langsung melihat aktivitas industri di lapangan untuk memahami kondisi kawasan, dinamika kegiatan produksi, serta berbagai persoalan yang muncul seiring berkembangnya aktivitas industri.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII DPR RI melihat secara langsung aktivitas salah satu pabrik yang memproduksi busa (foam). Produk tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kasur, sofa hingga kebutuhan furnitur lainnya.

Peninjauan langsung itu menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana aktivitas industri berjalan di Kabupaten Tangerang. Dari proses produksi hingga kondisi lingkungan kerja, berbagai situasi di lapangan menjadi gambaran bagi anggota DPR dalam memahami dinamika kawasan industri secara lebih nyata.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, kunjungan Komisi VII DPR RI dilakukan untuk melihat sekaligus mendengarkan kondisi yang dihadapi pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam menjalankan aktivitas industri.

“Komisi VII ingin mendengarkan langsung terkait dengan keberadaan aktivitas kawasan industri yang ada di Kawasan Industri Cikupa Mas,” ungkap Maesyal.

Menurutnya, kawasan industri tidak berdiri sendiri. Perkembangannya berkaitan dengan hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah, pekerja, dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Karena itu, pengelolaan kawasan membutuhkan koordinasi yang baik agar aktivitas industri dapat berlangsung secara produktif tanpa mengabaikan kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena kawasan industri turut membawa berbagai aktivitas pendukung, termasuk mobilitas pekerja dan distribusi barang. Pertumbuhan aktivitas industri perlu diimbangi dengan penataan kawasan dan infrastruktur yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, aspek lingkungan juga menjadi salah satu perhatian Komisi VII DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendorong pengelola kawasan industri dan investor untuk terus melakukan transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Yoyok, pengelolaan kawasan berbasis lingkungan perlu diperhatikan sejak awal karena berkaitan dengan berbagai persoalan yang dapat muncul ketika kawasan industri berkembang, seperti banjir, polusi udara, kemacetan, hingga tekanan terhadap sumber daya air.

Ia juga menilai pertumbuhan kawasan industri perlu diantisipasi melalui penataan yang matang. Dengan demikian, perkembangan industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan investasi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kawasan serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Persoalan ketersediaan air bersih turut menjadi perhatian. Seiring meningkatnya aktivitas industri, pemerintah daerah dan pengelola kawasan dinilai perlu memastikan kebutuhan air untuk kegiatan industri tidak mengurangi akses masyarakat terhadap sumber daya air.

Di sisi lain, perkembangan kawasan industri juga memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Komisi VII DPR RI menilai kawasan industri dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi apabila dikelola dengan ekosistem yang baik dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.

Bagi Kabupaten Tangerang, keberadaan kawasan industri menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, kunjungan lapangan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai sisi dari aktivitas industri yang selama ini berlangsung.

Maesyal mengatakan, pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung keberadaan industri selama aktivitasnya dapat berjalan secara kondusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain melihat proses produksi, Bupati Tangerang bersama rombongan Komisi VII DPR RI juga meninjau kondisi lingkungan kerja di dalam kawasan. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana aktivitas industri berlangsung dari sisi operasional.

Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari proses Komisi VII DPR RI dalam menginventarisasi berbagai persoalan dan masukan dari kawasan industri. Aspirasi yang diperoleh dari lapangan selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan dalam merumuskan kebijakan industri yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah dan dunia usaha.

Dengan melihat kondisi industri secara langsung, Komisi VII DPR RI dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai tantangan pengembangan kawasan industri, mulai dari aktivitas produksi, kebutuhan infrastruktur, aspek lingkungan, hingga hubungan kawasan industri dengan masyarakat sekitar.

Kunjungan tersebut pada akhirnya tidak hanya menggambarkan geliat industri di Kabupaten Tangerang, tetapi juga menunjukkan bahwa perkembangan kawasan industri membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kepastian bagi dunia usaha, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat. (*)

Exit mobile version