Site icon BantenDaily

MUI Kecam Agresi Militer AS-Israel: Perdamaian Dunia Harus Dijaga

MUI mendorong PBB menegakkan keadilan internasional dan melindungi kedaulatan negara di tengah konflik AS, Israel, dan Iran.

Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan (kanan) pada satu pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto (kiri) di Jakarta belum lama berselang (Foto: Dok. pribadi)

JAKARTA | BD – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menekankan bahwa perdamaian dunia harus dijaga melalui penghormatan terhadap kedaulatan negara dan prinsip keadilan internasional.

Dalam tausiah bertajuk “Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia” yang disiarkan di Jakarta, Senin (9/3/2026), MUI menegaskan bahwa tindakan agresi semacam ini bertentangan dengan ajaran Islam, norma kemanusiaan universal, dan hukum internasional.

Agresi militer yang terjadi pada 28 Februari 2026 menewaskan banyak korban, termasuk anak-anak dan remaja putri, serta pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah ulama, ilmuwan, dan pemimpin militer. Iran pun merespons dengan serangan balasan ke Israel dan beberapa pangkalan militer AS di wilayah Teluk.

Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen Buya Amirsyah Tambunan, MUI mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam diplomasi internasional guna mendorong penyelesaian konflik secara damai dan adil. MUI juga menyerukan penguatan komitmen global terhadap multilateralisme dan kepatuhan pada kesepakatan internasional di bawah PBB.

MUI menekankan bahwa hak membela diri harus tetap dalam batas kemanusiaan dan moralitas, serta mengutamakan perlindungan masyarakat sipil, penghormatan terhadap kedaulatan negara lain, dan prinsip proporsionalitas.

Selain itu, MUI menegaskan pentingnya menjaga kesucian kota suci Makkah dan Madinah, memperkuat solidaritas antarnegara Muslim, dan menahan diri dari provokasi yang dapat memicu konflik lebih luas.

Buya Amirsyah Tambunan menekankan bahwa tausiah ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan MUI untuk mendukung perdamaian dunia, keadilan internasional, dan kemaslahatan umat manusia, sejalan dengan cita-cita perdamaian dunia dalam Pembukaan UUD 1945. (*)

Exit mobile version