Site icon BantenDaily

Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Tetapkan Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum

KH Jazuli Juwaini terpilih sebagai Ketua Umum Mathla’ul Anwar 2026–2031 hasil Muktamar XXI di Serang, fokus penguatan SDM dan organisasi.

Suasana penetapan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar periode 2026–2031 dalam Muktamar XXI di Kota Serang, Banten, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. (Foto: Ist)

SERANG | BD – Muktamar XXI Mathla’ul Anwar resmi menetapkan KH Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031 dalam forum yang digelar pada 11–13 April 2026 di Kota Serang, Banten.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan organisasi, sekaligus menandai arah baru kepemimpinan dalam menjawab tantangan umat di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Proses pemilihan berlangsung demokratis dan dinamis di Hotel Le Dian, Kota Serang. Dalam pemungutan suara, Jazuli Juwaini meraih 77 suara dan unggul tipis dari pesaing terdekatnya, Andi Yudi Hendriawan yang memperoleh 71 suara. Sementara kandidat lainnya tidak memperoleh dukungan.

Penetapan ini mencerminkan harapan besar para muktamirin terhadap kepemimpinan yang adaptif, progresif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam pernyataannya, Jazuli Juwaini menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Dengan memohon ridho Allah SWT, saya menerima amanah ini dengan penuh kesungguhan. InsyaAllah akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Mathla’ul Anwar ke depan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum terpilih, ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama. Menurutnya, kualitas SDM merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan global.

“Penguatan SDM menjadi prioritas utama. Mathla’ul Anwar harus mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembenahan manajemen organisasi berbasis profesionalisme. Struktur kepengurusan ke depan akan disusun berdasarkan kapasitas, integritas, dan tanggung jawab, guna memastikan efektivitas organisasi dalam menjalankan perannya.

Jazuli juga berkomitmen memperkuat tiga pilar utama organisasi—pendidikan, dakwah, dan sosial—sebagai basis gerakan dalam membangun peradaban umat.

“Risalah tiga—pendidikan, dakwah, dan sosial—akan kita kokohkan sebagai kekuatan utama organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam struktur kepemimpinan hasil muktamar, KH Embay Mulya Syarief ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2026–2031, yang diharapkan menjadi penjaga nilai, arah, dan kesinambungan visi organisasi.

Muktamar XXI tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. Sejumlah isu penting dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, kaderisasi, hingga respons terhadap dinamika global seperti digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat.

Dalam konteks tersebut, Jazuli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas organisasi. Ia menilai persoalan umat dan bangsa tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.

“Ketidakpastian global tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sinergi adalah kunci untuk menghadapi persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Rangkaian muktamar berlangsung dengan partisipasi luas dari kader dan pengurus Mathla’ul Anwar dari seluruh Indonesia. Forum berjalan khidmat, dinamis, serta mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Ketua OC Muktamar XXI, Asep Rohmatulloh, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.

“Seluruh tahapan muktamar berjalan sesuai rencana. Dinamika yang ada dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif,” ujarnya.

Muktamar ini juga menegaskan posisi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi keagamaan yang konsisten berkontribusi dalam pembangunan umat, khususnya melalui penguatan pendidikan berbasis madrasah, dakwah yang moderat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai kekuatan peradaban yang tidak hanya menjaga nilai, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.

“Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat peran umat dalam membangun peradaban dan kemandirian bangsa,” demikian ditegaskan dalam penutup muktamar.

Dengan kepemimpinan baru, Mathla’ul Anwar diharapkan melangkah lebih progresif, memperkuat kapasitas internal, serta memperluas kontribusi nyata bagi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah. (*)

Exit mobile version