Site icon BantenDaily

Nyeri Dada Saat Berolahraga Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Angina Stabil

Nyeri dada saat berolahraga jangan diabaikan. Kenali angina stabil, gejala, penyebab, serta pentingnya deteksi dini dengan EKG dan treadmill.

Nyeri dada saat berolahraga jangan diabaikan. Kenali angina stabil, gejala, penyebab, serta pentingnya deteksi dini dengan EKG dan treadmill. (Foto: Ist)

SERANG | BD — Nyeri atau rasa tertekan di dada yang muncul saat berolahraga dan mereda setelah beristirahat jangan dianggap sekadar tanda kelelahan. Kondisi tersebut bisa menjadi gejala angina stabil, yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah koroner dan perlu mendapat evaluasi medis.

Keluhan angina stabil tidak selalu berupa nyeri dada hebat. Pada sebagian orang, gejalanya hanya berupa dada terasa berat, tertekan, sesak, atau tidak nyaman ketika melakukan aktivitas fisik. Karena keluhan biasanya mereda setelah aktivitas dihentikan, kondisi ini kerap diabaikan.

Apa Itu Angina Stabil?

Angina stabil merupakan rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup saat kebutuhan jantung meningkat.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyempitan satu atau lebih pembuluh darah koroner, yaitu pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung.

Saat beristirahat, kebutuhan oksigen jantung relatif lebih rendah sehingga penyempitan pembuluh darah mungkin belum menimbulkan keluhan. Namun ketika berolahraga, jantung bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen.

Jika aliran darah tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, gejala angina dapat muncul. Setelah aktivitas dihentikan, kebutuhan oksigen jantung menurun sehingga keluhan biasanya ikut mereda.

Pola muncul saat aktivitas dan membaik saat istirahat merupakan salah satu karakteristik angina stabil.

“Angina stabil adalah ‘lampu merah’ dari jantung. Jantung sedang memberitahu bahwa ada pembuluh darah yang menyempit dan kondisi itu perlu dievaluasi segera sebelum berkembang menjadi serangan jantung,” jelas dr. Fani Suslina Hasibuan, Sp.JP(K), FIHA, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Konsultan Intervensi Bethsaida Hospital Serang, Senin (5/10).

Menurut Fani, gejala yang muncul berulang saat melakukan aktivitas perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya masalah pada pembuluh darah jantung.

Kenali Gejala Angina

Angina tidak selalu terasa sebagai nyeri dada yang hebat. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain rasa tertekan, berat, atau seperti ada beban di bagian tengah dada.

Sensasi terbakar di dada juga dapat terjadi dan terkadang disalahartikan sebagai heartburn atau gangguan asam lambung.

Gejala lainnya berupa rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung. Sesak napas ketika beraktivitas serta kelelahan yang tidak proporsional juga perlu diperhatikan.

Pada perempuan dan penderita diabetes, gejala dapat muncul secara tidak khas, misalnya mual, pusing, atau kelelahan tanpa nyeri dada yang jelas.

Angina stabil umumnya dipicu oleh aktivitas fisik, stres emosional, makan dalam porsi besar, cuaca dingin, serta aktivitas setelah bangun tidur.

Waspadai Gejala Serangan Jantung

Angina stabil perlu dibedakan dari serangan jantung. Jika nyeri atau tekanan di dada terasa sangat berat, berlangsung lama, tidak membaik dengan istirahat, atau disertai gejala lain seperti keringat dingin, mual, pusing hebat, dan nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung atau perut bagian atas, pasien perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Gejala yang muncul pertama kali atau mengalami perubahan pola secara tiba-tiba juga tidak boleh diabaikan.

Serangan jantung merupakan kondisi darurat sehingga pertolongan medis harus diberikan sesegera mungkin.

Penyakit Jantung Koroner Berkaitan dengan Angina

Angina stabil umumnya berkaitan dengan penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat penumpukan plak aterosklerosis.

Plak tersebut dapat terbentuk dari kolesterol, lemak, sel inflamasi, dan jaringan fibrosa yang menumpuk secara bertahap di dinding pembuluh darah.

Proses penyempitan dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Ketika penyempitan semakin mengganggu aliran darah, keluhan seperti angina dapat mulai dirasakan.

Karena itu, munculnya keluhan dada berulang saat aktivitas dapat menjadi tanda bahwa kondisi jantung perlu diperiksa lebih lanjut.

Treadmill Test dan EKG untuk Deteksi

Salah satu tantangan dalam mendeteksi angina stabil adalah gejalanya lebih mudah muncul ketika jantung bekerja lebih keras. Pemeriksaan EKG saat istirahat belum tentu menunjukkan kelainan yang jelas.

Treadmill Test atau exercise stress test dapat membantu dokter melihat respons jantung ketika pasien melakukan aktivitas fisik.

Dalam pemeriksaan tersebut, pasien berjalan di atas treadmill dengan intensitas yang ditingkatkan secara bertahap. Aktivitas listrik jantung melalui EKG dan tekanan darah kemudian dipantau selama pemeriksaan.

Tujuannya antara lain melihat apakah aktivitas fisik memicu gejala atau perubahan tertentu pada jantung yang dapat mengarah pada dugaan kekurangan aliran darah ke otot jantung.

“Treadmill Test adalah jendela yang memungkinkan kita melihat bagaimana jantung berperilaku saat bekerja keras. Banyak pasien yang EKG istirahatnya tampak normal ternyata menunjukkan perubahan bermakna saat treadmill,” kata Fani.

Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan pertimbangan dokter untuk menentukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut sesuai kondisi pasien.

Deteksi Dini, Lindungi Jantung

Angina stabil dan penyakit jantung koroner yang terdeteksi lebih awal dapat ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien. Penanganan dapat mencakup perubahan gaya hidup, pemberian obat-obatan, hingga prosedur intervensi apabila diperlukan.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan akses pemeriksaan kesehatan jantung bagi masyarakat.

“Bethsaida Hospital Serang berkomitmen untuk memberikan akses terhadap pemeriksaan jantung yang akurat, terjangkau, dan ditangani oleh dokter spesialis terbaik. Skrining jantung dengan metode Treadmill Test dan EKG ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap kesehatan jantung masyarakat Banten,” ujarnya.

Deteksi lebih awal menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi jantung dan menentukan penanganan yang tepat. (*)

Exit mobile version