Panen Raya 2025, Pemprov Banten Laporkan Kenaikan Produksi Padi dan Luas Panen

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Jan 2026 12:53 25 Nazwa

SERANG | BD – Pemerintah Provinsi Banten melaporkan hasil yang menggembirakan dalam bidang pertanian selama tahun 2025.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa hasil panen padi di daerahnya naik drastis hingga 16,84 persen. Peningkatan ini sejalan dengan ekspansi lahan panen yang mencapai 349.288 hektare.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Andra Soni setelah menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan daring di Jalan Tasikardi–Banten Lama, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada Rabu (7/1/2026).

“Luas area panen di Provinsi Banten pada 2025 bertambah 16,84 persen, dari 299 ribu hektare menjadi 349.288 hektare. Bersamaan dengan itu, produksi padi naik 16,84 persen, dari 1,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton,” kata Andra Soni.

Berdasarkan data produksi, Andra menjelaskan bahwa sumbangan beras terbesar di Provinsi Banten datang dari tiga daerah utama, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang.

Menurut Andra, perkembangan positif ini tidak lepas dari campur tangan kebijakan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Inisiatif penting seperti pengurangan biaya pupuk, penentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP), serta peningkatan sistem irigasi yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, menjadi faktor utama kesuksesan ini.

“Ini semua berkat upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menekan harga pupuk, menetapkan harga gabah kering panen, serta memperbaiki saluran irigasi oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Komitmen Pelestarian Lahan

Sebagai langkah lanjutan, Gubernur Andra Soni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pemerintah kabupaten/kota di Banten berjanji untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan pada 2026. Salah satu pendekatan utamanya adalah pelestarian lahan pertanian.

“Pemprov Banten berkomitmen menjaga lahan sawah melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan program Lahan Sawah Dilindungi (LSD),” ujar Andra.

Dalam acara itu, Gubernur juga memberikan dukungan stimulus kepada para petani berupa benih unggul varietas Inpari 32, Cakrabuana, dan Biosalin 1 dengan total bobot satu ton.

Bantuan tersebut diberikan kepada lima kelompok tani, yakni Kelompok Tani Kertabakti, Cibesi, Sirandu, Tani Bakti, dan Sari Asih. Selain itu, juga dibagikan 200 paket sembako untuk warga di sekitar lokasi kegiatan.

Penghargaan Presiden terhadap Swasembada Pangan

Dalam pidatonya secara virtual, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian swasembada pangan di tingkat nasional.

Presiden menjelaskan bahwa sasaran yang awalnya diperkirakan tercapai dalam empat tahun, berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun masa jabatannya.

“Saat dilantik, saya tetapkan target empat tahun. Dalam satu tahun, kita sudah swasembada pangan. Saya yakin dan bangga bahwa hari ini berhasil sebagai anak bangsa terbaik, membuktikan kemampuan mencapai swasembada pangan,” tegas Presiden.

Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan kemenangan strategis dan elemen krusial untuk menjaga kemandirian negara. “Tidak mungkin bangsa itu merdeka jika makanannya bergantung pada negara lain,” tambahnya.

Selanjutnya, Presiden menguraikan rencana arah ketahanan pangan mendatang, termasuk target swasembada jagung untuk menurunkan biaya pakan ternak, pengembangan energi hayati (biosolar dan bioetanol), serta rencana pembangunan 1.100 desa nelayan dan kolam ikan pada 2026 untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah mencapai 55 juta anak.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam laporannya menambahkan bahwa produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34 juta ton dengan cadangan stok sebesar 3,2 juta ton.

Kesejahteraan petani juga meningkat, yang ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 125.

“Swasembada beras adalah hasil kerja terbaik Kabinet Merah Putih di bawah arahan Presiden,” pungkas Mentan Amran. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA