CIREBON | BD – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Cirebon mengadakan roadshow Gerakan Pelajar Sehat (GPS) di SMA NU Ciledug pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan berlangsung semarak dan mendapat sambutan antusias dari para siswa yang mengikuti acara tersebut.
Mengangkat tema “Navigasi Pelajar: Jaga Raga, Rawat Semesta”, roadshow ini menyasar wilayah timur Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak. Sejumlah perwakilan dari instansi dan organisasi hadir untuk memberikan edukasi sekaligus penguatan nilai kepada generasi muda.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, Iin Kurniasih, menyampaikan bahwa Gerakan Pelajar Sehat bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk membentuk pelajar yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Ia menuturkan, pelajar harus mampu mengendalikan diri di tengah perkembangan zaman. Menjaga raga berarti menjaga kesehatan sekaligus kehormatan diri, sedangkan merawat semesta merupakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui program GPS, pelajar didorong untuk memahami pentingnya menjaga tubuh sebagai bentuk pencegahan dari berbagai pengaruh negatif.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari unsur pemerintah. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kabupaten Cirebon, Moh. Izzudin, yang hadir mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting sebagai benteng dalam pergaulan remaja.
Perwakilan Dinas PPKBP3A melalui Kepala UPTD P5A, Siti Nurjannah, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak dan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan, serta perlunya edukasi sejak dini bagi kalangan pelajar.
Ketua MWC NU Ciledug, Bahrul Hayat, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pendidikan sekolah, nilai-nilai pesantren, dan edukasi kesehatan merupakan kunci dalam membangun karakter pelajar yang tangguh.
Pada sesi utama, peserta mengikuti diskusi interaktif mengenai kesehatan reproduksi dan pendidikan seks yang disampaikan oleh aktivis Ruang Perempuan Muda. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman pencegahan terhadap kekerasan seksual serta membuka ruang dialog yang sehat dan santun di kalangan pelajar.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik dan cara memilah sampah yang benar dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup. Melalui materi tersebut, pelajar diajak membiasakan pengelolaan sampah sejak di lingkungan sekolah demi menjaga kelestarian alam.
Dalam forum tersebut juga muncul usulan mengenai penyediaan fasilitas air minum gratis di sekolah. Fasilitas ini dinilai dapat mendukung pola hidup sehat sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dengan membiasakan siswa membawa tumbler.
Rangkaian kegiatan roadshow GPS ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti panitia, tamu undangan, dan seluruh peserta. Suasana kebersamaan yang hangat menjadi penutup acara.
Melalui kegiatan ini, PC IPPNU Kabupaten Cirebon berharap para pelajar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, kehormatan, serta kelestarian lingkungan di sekitarnya. (Hijar/Red)
