Fuji Academy di Biomedical Campus, BSD City memberikan pelatihan 6 bulan bagi calon caregiver ke Jepang, mencakup bahasa, budaya, etika kerja, praktik caregiving, serta simulasi wawancara. Hingga Oktober 2025, lebih dari 600 siswa telah berangkat ke Jepang dan 264 lainnya menunggu giliran. (Foto: Dok. SML)TANGERANG | BD – Untuk menjawab meningkatnya kebutuhan tenaga caregiver di Jepang sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Fuji Academy membuka pusat pelatihan caregiver di Biomedical Campus, BSD City. Kehadiran lembaga ini memperkuat akses bagi masyarakat Indonesia yang ingin membangun karier profesional di sektor perawatan lansia Jepang dengan standar kompetensi internasional.
Jepang tengah menghadapi lonjakan populasi lansia. Berdasarkan data Ministry of Health, Labour and Welfare Japan (2024), jumlah lansia pada 2040 diperkirakan mencapai 2,72 juta orang, sehingga negara tersebut membutuhkan hampir 600 ribu caregiver tambahan. Indonesia memiliki potensi besar melalui populasi muda yang produktif, namun tantangan bahasa, budaya kerja, dan keterampilan teknis masih perlu dijembatani melalui pelatihan yang tepat.
Fuji Academy merupakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) resmi yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan RI. Dikelola oleh Japan Caresupport Indonesia, bagian dari Careoth Holdings Jepang, lembaga ini menghadirkan kurikulum yang dirancang khusus untuk mempersiapkan calon tenaga caregiver bekerja di fasilitas kesejahteraan lansia Jepang.
Fuji Academy menawarkan dua jalur pelatihan utama:
Melalui kedua program ini, siswa dapat bekerja di Jepang hingga 10 tahun. Selain itu, disediakan juga dukungan pengembangan karier pascakembali ke Indonesia, termasuk penempatan kerja dan peningkatan kompetensi profesional.
CEO Fuji Academy, Katsuki Fujii, menjelaskan bahwa ekspansi ke BSD City merupakan langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak calon caregiver di Jabodetabek.
“Kami tidak hanya mengajarkan bahasa Jepang dan keterampilan caregiving, tetapi juga memfasilitasi penempatan kerja di berbagai fasilitas lansia di Jepang. Hingga Oktober 2025, lebih dari 600 siswa telah berangkat, dan 264 lainnya sedang menunggu jadwal keberangkatan,” ujarnya dilansir Selasa, 25 November 2025.
Fujii menambahkan bahwa lingkungan pendidikan yang modern dan terintegrasi di BSD City menjadi alasan kuat pemilihan lokasi baru tersebut.
Fuji Academy menjadi bagian dari Digital Hub, ekosistem multisektor Sinar Mas Land yang menaungi perusahaan teknologi, startup, institusi pendidikan, dan pelaku industri kesehatan.
CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan:
“Kehadiran Fuji Academy menegaskan bahwa pengembangan talenta adalah inti dari inovasi. Kolaborasi ini memperkuat visi kami menjadikan BSD City sebagai pusat talenta global yang menghubungkan potensi Indonesia dengan peluang dunia.”
Dalam masa pelatihan 6 bulan, peserta mendapatkan:
Informasi terbaru mengenai program dapat diakses melalui Instagram @lpkfujiacademy dan TikTok @fujiacademybsd.
Berada di Biomedical Campus, Fuji Academy memiliki akses langsung ke area komersial seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, dan Green Office Park. Kawasan ini juga dikelilingi institusi pendidikan ternama seperti Universitas Prasetiya Mulya, Monash University, Binus University, dan IPEKA BSD, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD.
Konektivitas kawasan ditunjang oleh Tol Serpong–Balaraja, Tol Jakarta–Serpong, jaringan JORR, BSD Link, feeder bus, hingga KRL Commuter Line di Stasiun Cisauk. Ke depan, akses akan semakin optimal dengan hadirnya Stasiun Jatake (Q4 2025) dan rencana jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. (*)
Tidak ada komentar