Site icon BantenDaily

Pemkab Tangerang Luncurkan GASPOL, Strategi Baru Kendalikan Inflasi dan Stok Bahan Pokok

Wabup Intan canangkan GASPOL untuk kendalikan inflasi dan jaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat Kabupaten Tangerang.

Wabup Intan menyampaikan sambutan sekaligus arahan dalam upaya pengendalian inflasi daerah melalui program GASPOL. (Foto: Ist)

TANGERANG | BD – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, berencana meluncurkan Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi (GASPOL) guna mengatasi serta mengawasi pasokan bahan pokok dan tingkat inflasi di Kabupaten Tangerang. Pernyataan ini disampaikan oleh Wabup Intan saat membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tangerang, yang digelar di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, pada Rabu (22/04/26).

“Berbagai langkah yang sudah kita jalankan bersama ini mencerminkan komitmen kolektif dalam menjaga inflasi di tingkat daerah. Karenanya, pada momen ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi mencanangkan GASPOL, atau Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan Inflasi,” kata Wabup Intan.

Ia menekankan bahwa pengawasan inflasi serta pasokan bahan pokok sangat terkait erat dengan kestabilan harga, kemampuan belanja masyarakat, dan kemajuan ekonomi lokal. Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik, tren inflasi di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten sepanjang 2025 secara keseluruhan tetap terkendali, dengan inflasi tahunan berada di rentang 2,3% hingga 2,7%.

“Upaya mengendalikan stok bahan pokok dan inflasi tak hanya bergantung pada tindakan sementara, melainkan juga memerlukan strategi jangka panjang yang berkesinambungan, seperti memperkuat ketahanan pangan, memanfaatkan teknologi informasi, serta meningkatkan kualitas data untuk mendukung pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Ia mengharapkan, melalui High Level Meeting ini, semua pihak terkait dapat melakukan penilaian secara komprehensif sambil mempererat kerjasama dan tekad bersama dalam menghadapi tantangan global yang rumit dan penuh ketidakpastian.

“Semoga segala inisiatif yang kita laksanakan secara bersama-sama ini membawa dampak positif yang konkret bagi masyarakat, menjaga daya beli terhadap kebutuhan pokok dan barang strategis, serta memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang berkelanjutan sekaligus mendorong inovasi lokal dalam pengelolaan inflasi,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa perkembangan dapur SPPG belakangan ini berpotensi memengaruhi gejolak harga serta ketersediaan barang pokok seperti telur ayam, cabai, beras, dan komoditas hortikultura lainnya. Oleh sebab itu, ia meminta instansi daerah terkait untuk melakukan inovasi-inovasi guna memperkuat sektor peternakan dan pertanian agar lebih produktif dan kreatif.

“Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, semoga bisa menghadirkan terobosan baru di bidang peternakan dan pertanian yang dapat diaktifkan serta dikembangkan di Kabupaten Tangerang, sehingga mampu memenuhi kekurangan stok pangan di wilayah ini,” katanya.

Dalam arahan tersebut, Wabup Intan memerintahkan TPID sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk terus menjalankan beragam langkah pengendalian inflasi secara terintegrasi, termasuk intervensi pasar, menjamin kelancaran distribusi, dan pengawasan langsung di lapangan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Syaifullah, menambahkan bahwa setiap kegiatan TPID selalu mengacu pada empat pilar pokok pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

“Kegiatan High Level Meeting TPID kali ini memiliki makna krusial sebagai wadah strategis untuk mengevaluasi, mempererat koordinasi, dan menyusun tindakan nyata guna menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat di Kabupaten Tangerang,” paparnya. (*)

Exit mobile version