Site icon BantenDaily

Pemkot Tangsel Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya hingga Desember 2026, Ini Penyebabnya

Pemkot Tangsel merekonstruksi Jembatan Merpati Raya hingga Desember 2026 akibat kerusakan penyangga yang dipicu gerusan aliran sungai.

Jembatan Merpati Raya di Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, akan direkonstruksi hingga Desember 2026 menyusul kerusakan struktur penyangga ujung atau abutment akibat gerusan aliran sungai. (Foto: Ist)

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, setelah struktur penyangga ujung jembatan mengalami kerusakan akibat gerusan aliran sungai. Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2026 untuk memulihkan fungsi dan keamanan jembatan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Robbi Cahyadi, mengatakan kerusakan terjadi pada bagian abutment, yakni struktur penyangga di ujung jembatan yang berfungsi menopang bagian konstruksi di atasnya.

Kerusakan tersebut terjadi sekitar Oktober 2025 akibat gerusan aliran sungai. Setelah dilakukan penanganan sementara dan evaluasi teknis, jembatan dinilai membutuhkan rekonstruksi agar kondisinya dapat dipulihkan.

“Kerusakan pada abutment atau struktur penyangga ujung Jembatan Merpati Raya perlu ditangani melalui rekonstruksi agar fungsi dan keamanan jembatan dapat dipulihkan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut,” ujar Robbi dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Gerusan Sungai Picu Kerusakan Struktur Jembatan

Gerusan aliran sungai menjadi penyebab kerusakan pada struktur penyangga ujung Jembatan Merpati Raya. Kondisi tersebut memerlukan penanganan agar fungsi struktur jembatan dapat kembali mendukung keamanan pengguna jalan.

Penanganan sementara sebelumnya telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, langkah tersebut belum menggantikan kebutuhan rekonstruksi untuk memulihkan kondisi jembatan secara menyeluruh.

Rekonstruksi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani kerusakan infrastruktur sekaligus mengurangi risiko keselamatan bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

Rekonstruksi Ditargetkan Rampung Desember 2026

Pekerjaan rekonstruksi dijadwalkan berlangsung selama Oktober hingga Desember 2026. Untuk mendukung pelaksanaannya, akses Jalan Merpati Raya pada segmen POM Bensin Shell–Bintaro Hill akan ditutup mulai Kamis, 22 Oktober 2026, hingga pekerjaan selesai.

Menurut Robbi, penutupan diperlukan karena lokasi jembatan berada di jalur dengan aktivitas kendaraan yang tinggi. Pembatasan akses akan memberikan ruang kerja bagi pelaksana konstruksi sekaligus mengurangi risiko kecelakaan bagi pekerja dan pengguna jalan.

Pemerintah Kota Tangsel memahami bahwa penutupan tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat. Karena itu, pengendara diimbau menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Pemkot Tangsel Siapkan Pengaturan Lalu Lintas

Untuk mengantisipasi dampak penutupan jalan, DSDABMBK berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian dalam menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pengaturan jalur alternatif.

Enam jalur alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Boulevard UPJ, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Aria Putra, Jalan Suka Damai (Eyang Agung), Jalan Suka Bakti, dan Jalan Murai.

Selain itu, rambu-rambu dan pemberitahuan penutupan jalan akan dipasang pada titik-titik yang ditetapkan oleh instansi terkait. Masyarakat juga dapat memantau informasi terbaru mengenai pelaksanaan rekonstruksi melalui akun media sosial resmi DSDABMBK Kota Tangsel, @dsdabmbk.

Pemkot Tangsel berharap rekonstruksi Jembatan Merpati Raya dapat berjalan sesuai target sehingga fungsi infrastruktur tersebut dapat dipulihkan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjaga. (*)

Exit mobile version