Site icon BantenDaily

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Diperluas, Tim SAR Susuri Perairan hingga Bengkulu

Tim SAR memperluas pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal hingga Bengkulu berdasarkan prediksi pergeseran arus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten memaparkan rencana operasi SAR lanjutan, termasuk strategi pencarian untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih hilang. (Foto: Ist)

BANTEN | BD — Pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperluas. Tim SAR Gabungan kini menyesuaikan area penyisiran dengan prediksi pergeseran arus yang mengarah ke Samudra Hindia hingga memasuki wilayah Bengkulu.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah delapan orang tersebut belum ditemukan hingga memasuki hari ketujuh operasi. Penyisiran sebelumnya telah mencakup sejumlah wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sertung, hingga pesisir Bengkunat, Lampung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengatakan pola pencarian terus disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi dan perhitungan pergerakan arus di perairan sekitar lokasi kejadian.

Evaluasi tersebut turut menggunakan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran target pencarian.

“Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh, sampai saat ini masih nihil. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” ujar Al Amrad dalam rapat koordinasi evaluasi operasi SAR di Posko SAR Gabungan, Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026).

Area Pencarian Terus Bergeser

Operasi pencarian dimulai setelah sebuah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Setelah rombongan hilang kontak, Tim SAR Gabungan langsung menyisir lokasi terakhir keberadaan mereka. Pada hari kedua, pencarian diperluas hingga Pulau Rakata dan Pulau Panjang untuk mengantisipasi kemungkinan pergeseran posisi speedboat akibat arus laut.

Pada hari ketiga, kekuatan operasi ditingkatkan dengan mengerahkan 11 kapal dan lebih dari 300 personel. Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan mencakup kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, hingga Pulau Sertung.

Memasuki hari keempat dan kelima, area pencarian diperluas hingga lebih dari 3.200 mil laut persegi (NM²), termasuk wilayah pesisir Bengkunat, Lampung.

Pencarian kemudian kembali diperbesar pada hari keenam hingga sekitar 6.010 mil laut persegi. Perluasan tersebut dilakukan dengan mengikuti prediksi pergeseran arus yang menjadi salah satu dasar penentuan wilayah penyisiran.

Selain mengerahkan kapal, Tim SAR menggunakan helikopter HR-3604 dan drone termal untuk membantu pencarian dari udara. Sejumlah material seperti jeriken, terpal, pelampung, dan jaket juga ditemukan dan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan delapan orang yang dicari.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) turut mendukung operasi dengan mendeteksi kemungkinan pergerakan melalui jaringan operator seluler dan spektrum frekuensi.

Penyisiran Mengarah ke Samudra Hindia

Al Amrad menyebut penyisiran terus diarahkan mengikuti kemungkinan pergeseran target berdasarkan kondisi arus. Pergerakan tersebut diperkirakan dapat membawa target pencarian menjauh dari titik awal hilang kontak dan mengarah ke wilayah perairan Samudra Hindia.

Karena itu, cakupan pencarian tidak hanya terfokus di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda, tetapi terus mengikuti kemungkinan jalur pergeseran hingga memasuki wilayah Bengkulu.

Dalam pelaksanaannya, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan. Kabut disebut membatasi jarak pandang dan menghambat penerbangan helikopter yang digunakan untuk mendukung pencarian.

Tim SAR tetap melakukan penyisiran hingga radius tiga kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tetap berkoordinasi untuk memantau aktivitas vulkanik.

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni meminta seluruh unsur terkait terus mendukung operasi pencarian delapan orang tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga dukungan Polda Banten, Lanal Banten, dan seluruh pemangku kepentingan untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Andra.

Setelah evaluasi hari ketujuh, Basarnas selaku pimpinan Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari. Seluruh unsur SAR kembali dikerahkan untuk menyisir area yang telah diperluas berdasarkan prediksi pergeseran arus, dengan harapan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal dapat segera ditemukan. (*)

Exit mobile version