Site icon BantenDaily

Pengurus Pemuda Muslim Indonesia Banten 2026–2030 Dilantik, Bentuk Posko Aduan Pendidikan Gratis

PMI Banten menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis dan kritis Pemprov Banten demi kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menerima cinderamata dari Ketua Pemuda Muslim Indonesia Provinsi Banten, Ervin Suryono, usai pelantikan kepengurusan PMI Banten periode 2026–2030 di KP3B, Kota Serang, Sabtu (18/7/2026). Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Provinsi Banten. (Foto: Ist)

SERANG | BD – Pengurus Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Provinsi Banten periode 2026–2030 resmi dilantik di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (18/7/2026). Usai dilantik, kepengurusan baru tersebut langsung menetapkan pembentukan Posko Aduan Pendidikan Gratis di seluruh kabupaten dan kota sebagai program prioritas untuk mengawal implementasi kebijakan pendidikan gratis di Provinsi Banten.

Ketua Pemuda Muslim Indonesia Provinsi Banten, Ervin Suryono, mengatakan organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung dan mengawasi pelaksanaan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Pemuda Muslim Indonesia Provinsi Banten siap menjadi mitra strategis dan mitra kritis bagi Pemerintah Provinsi Banten. Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, namun juga akan mengawal agar implementasinya berjalan secara transparan dan tepat sasaran,” ujar Ervin usai pelantikan.

Menurut Ervin, Posko Aduan Pendidikan Gratis tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi sarana pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan program pendidikan gratis di lapangan.

Melalui posko tersebut, masyarakat dapat melaporkan berbagai persoalan, mulai dari dugaan pungutan liar, hambatan administrasi, hingga praktik-praktik yang berpotensi menghambat akses pendidikan.

Ia menegaskan, program pendidikan gratis merupakan kebijakan yang harus dijaga bersama karena menyangkut hak masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai program yang berorientasi pada keberpihakan kepada rakyat dalam menyambut Indonesia Emas 2045 malah dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi ataupun kelompok,” tegasnya.

Ervin menambahkan, Pemuda Muslim Indonesia Banten akan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar setiap laporan yang diterima dapat ditindaklanjuti secara objektif, transparan, dan konstruktif.

Melalui kepengurusan periode 2026–2030, Pemuda Muslim Indonesia Banten berharap dapat memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah sekaligus mendorong tata kelola kebijakan publik yang lebih akuntabel dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyambut baik pelantikan kepengurusan baru Pemuda Muslim Indonesia Provinsi Banten. Ia berharap organisasi tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan warga.

“Mudah-mudahan Pemuda Muslim Indonesia yang dibentuk, dilantik, dan dikukuhkan oleh pengurus pusat dapat bermanfaat bagi masyarakat Banten serta bekerja sama dengan pemerintah sebagai jembatan, sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Dimyati.

Pelantikan turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Banten Benni, Asisten Daerah III Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Banten Ali Hanafiah, Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia Habib Ali Alwi, anggota MPR RI, Ketua Syarikat Islam Banten KH Hafidin, serta tokoh Kesepuhan Banten KH Fathul Adhim. (*)

Exit mobile version