KOTA TANGSEL | BD – Musyawarah Kota (Muskot) IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan yang diadakan di Kodiklat TNI, Serpong, harus ditunda setelah sesi persidangan awal berakhir. Meskipun terdapat penundaan, suasana tetap kondusif dan penuh semangat. Para peserta Muskot, yang terdiri dari dua calon ketua Kadin Tangsel—Marhadi dan Abdul Rahman alias Arnovi—beserta pendukung dan anggota masing-masing, tetap menunjukkan komitmen dalam menjaga iklim yang positif.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, yang membuka acara tersebut, memberikan apresiasi atas kehadiran peserta dan semangat yang ditunjukkan. Ia juga menyampaikan pesan penting agar anggota Kadin tetap menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Tangsel, khususnya dalam menjaga iklim investasi.
“Alhamdulillah hari ini kedua kandidat calon ketua Kadin Tangsel hadir langsung, didampingi para pendukung dan anggota Kadin. Saya berpesan agar semua pihak menjaga kondusivitas, karena siapapun nanti yang terpilih harus bisa menjaga iklim investasi dan mendukung Pemkot Tangsel dalam membangun pertumbuhan ekonomi,” ujar Pilar.
Pilar juga menekankan bahwa Kadin sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran vital dalam mendorong ekonomi daerah, baik pada level mikro maupun makro. Ia berharap bahwa kepengurusan yang baru nantinya dapat mengatasi tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
“Setiap masa punya kekhasan dan gaya kepemimpinan masing-masing. Kalau ada regenerasi, seharusnya bisa lebih baik. Tantangan ekonomi saat ini cukup besar, jadi Kadin dan Pemda harus berjalan seirama agar programnya selaras dengan kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Dari sisi ekonomi, Pilar menambahkan bahwa Tangsel mencatatkan angka investasi yang signifikan, mencapai Rp8,7 triliun dari PMDN dan PMA. Ia berharap pencapaian ini terus meningkat untuk mencapai target pada tahun 2029.
“Kadin harus menjadi garda depan dalam menghadirkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Kita ingin ekonomi Tangsel makin tumbuh dan bisa membantu menekan angka kemiskinan serta pengangguran,” jelasnya.
Sementara itu, Nunung Nursiamuddin, Steering Committee (SC) pendaftaran Muskot IV, menjelaskan bahwa keputusan untuk menunda persidangan bertujuan agar situasi internal organisasi tetap kondusif.
“Iya, memang harus ditunda dulu. Waktunya belum ditentukan. Ini demi konsolidasi dulu, supaya kondusif. Biar semua sama-sama enak,” jelas Nunung.
Penundaan ini disambut positif oleh para peserta, yang berharap keputusan ini dapat memberikan kesempatan bagi proses konsolidasi dan menghasilkan keputusan terbaik untuk Kadin Tangsel.
Meski tertunda, Muskot IV Kadin Tangsel tetap dianggap sebagai momentum yang penting untuk kebangkitan dunia usaha di Kota Tangerang Selatan yang semakin berkembang. Pemerintah dan pelaku usaha berharap pemilihan pemimpin yang tepat dapat memperkuat sinergi dalam mendorong ekonomi daerah yang lebih baik. (Idris Ibrahim)
