PKBM Tan Malaka Resmikan Gedung Baru, Bukti Pendidikan Berbasis Komunitas Masih Relevan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 15:35 13 Nazwa

TANGERANG | BD — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tan Malaka yang beralamat di Kampung Babakan, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, memperingati 22 tahun kiprahnya dengan meresmikan gedung baru hasil revitalisasi ruang kelas tahun 2025, Sabtu (10/1/2026).

Lembaga pendidikan nonformal ini mulai beroperasi sejak 2003 dan memiliki gedung sendiri pada 2007. PKBM Tan Malaka hadir sebagai solusi pendidikan alternatif bagi warga yang tidak terlayani jalur formal, baik karena faktor usia, keterbatasan ekonomi, maupun persoalan sosial lainnya.

Secara kelembagaan, PKBM Tan Malaka telah mengantongi akreditasi B dengan Izin Operasional Nomor 423.8/098/Dispendik/2012 serta NPSN P.9908760. Melalui sistem pembelajaran nonformal yang adaptif, PKBM ini menyelenggarakan program kesetaraan dengan ijazah yang diakui negara dan setara pendidikan formal, sehingga membuka peluang lulusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.

Saat ini, PKBM Tan Malaka berdiri di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan konsep ramah lingkungan. Kegiatan belajar didukung oleh 12 tenaga pendidik, staf administrasi, dan tenaga kependidikan. Sejak memiliki gedung sendiri pada 2007 hingga sekarang, lebih dari 2.000 warga belajar telah mengikuti proses pembelajaran dan dinyatakan lulus.

Gedung Baru dari Program Hibah Kemendikdasmen

Pada 2025, PKBM Tan Malaka merampungkan revitalisasi ruang kelas melalui program hibah swakelola dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bangunan baru tersebut terdiri dari dua ruang kelas dan satu ruang kantor, serta dirancang untuk dikembangkan menjadi bangunan dua lantai dengan total empat ruang kelas. Proses pembangunan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Peresmian gedung menjadi penanda komitmen PKBM Tan Malaka dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi warga belajar, sebagaimana tercermin dalam pesan yang tertera pada spanduk revitalisasi ruang kelas.

Pendiri sekaligus Ketua PKBM Tan Malaka, Ferry Wardhana atau yang akrab disapa Pei, menegaskan bahwa pendidikan di PKBM Tan Malaka tidak semata-mata mengejar legalitas ijazah.

“Sejak awal berdiri, PKBM Tan Malaka kami posisikan sebagai ruang pemulihan dan pemberdayaan. Banyak warga belajar datang dengan keterbatasan bahkan pengalaman sosial yang berat. Pendidikan harus mampu memanusiakan,” ujar Pei.

Menjangkau Warga dan Anak Yatim

Manfaat keberadaan PKBM Tan Malaka juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, khususnya dalam membuka akses pendidikan bagi anak yatim dan keluarga dhuafa.

Ketua Umum Yayasan Himpul Daarus Sa’adah, Syamsudin Buaya, menyampaikan bahwa PKBM Tan Malaka menjadi mitra strategis dalam pendampingan sosial dan pendidikan di lingkungan mereka.

“Di wilayah kami terdapat sekitar 70 anak yatim. Lima di antaranya merupakan anak asuh Rumah Yatim Himpul Daarus Sa’adah, 14 anak tinggal di rumah yatim, dan sekitar enam anak yatim binaan kami saat ini dapat mengenyam pendidikan di PKBM Tan Malaka secara gratis. Ini sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi dari Akademisi

Apresiasi juga datang dari kalangan akademisi. Akademisi Universitas Gunadarma, Dr. Agung Slamet Riyadi, ST., MT., menilai PKBM Tan Malaka memiliki peran strategis dalam penguatan kapasitas masyarakat.

“PKBM Tan Malaka menjadi mitra penting Universitas Gunadarma dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Lembaga ini berfungsi sebagai jembatan transfer pengetahuan dan keterampilan yang langsung menyentuh kebutuhan warga,” jelasnya.

Memasuki usia ke-22 tahun, PKBM Tan Malaka terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan nonformal berbasis komunitas, dengan komitmen memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA