Site icon BantenDaily

Safari Subuh di Ciputat, Diskominfo Tangsel Perkenalkan AI untuk Pembelajaran Al-Qur’an

Diskominfo Tangsel memperkenalkan aplikasi Tangsel Mengaji berbasis AI untuk memudahkan pembelajaran Al-Qur'an dan ilmu Islam.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, memberikan sambutan sekaligus menjelaskan pemanfaatan aplikasi Tangsel Mengaji berbasis kecerdasan buatan (AI) saat Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Ciputat, Sabtu (30/5/2026). Aplikasi tersebut dihadirkan untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an dan materi keislaman secara digital. (Foto: Ist)

KOTA TANGSEL | BD — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan bisnis, tetapi juga mulai diterapkan dalam bidang pendidikan keagamaan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkenalkan pemanfaatan AI untuk membantu masyarakat mempelajari Al-Qur’an dan memperdalam ilmu keislaman.

Inovasi tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, saat menghadiri kegiatan Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Asep memperkenalkan aplikasi Tangsel Mengaji, sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses pembelajaran Al-Qur’an dan berbagai materi keislaman melalui dukungan teknologi modern.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan agama sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin akrab dengan layanan digital.

“Kami menghadirkan platform yang memungkinkan masyarakat belajar Al-Qur’an dan mengakses berbagai materi keislaman secara lebih mudah. Teknologi yang berkembang saat ini harus bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Asep.

Melalui aplikasi Tangsel Mengaji, masyarakat dapat mempelajari Al-Qur’an, mengakses hadis, memahami berbagai materi keislaman, hingga berinteraksi dengan pengajar secara daring.

Menariknya, platform tersebut juga membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat untuk berperan sebagai murid maupun pengajar, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih luas dan fleksibel.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan layanan ini. Jadi masyarakat bisa belajar, berdiskusi, dan mendapatkan pendampingan dari para guru mengaji melalui platform yang telah disediakan,” jelasnya.

Selain memperkenalkan pemanfaatan AI untuk pendidikan agama, Asep juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan AI saat ini membawa banyak manfaat, namun juga memiliki potensi penyalahgunaan jika tidak disikapi secara kritis.

Ia mencontohkan, teknologi AI saat ini mampu menghasilkan manipulasi suara, gambar, hingga video yang semakin sulit dibedakan dari kondisi sebenarnya.

“Perkembangan AI sangat cepat. Bahkan suara, wajah, dan bentuk tubuh seseorang bisa dimanipulasi secara digital. Karena itu masyarakat harus meningkatkan literasi digital dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial,” katanya.

Asep menilai kemampuan memahami teknologi digital menjadi kebutuhan penting di tengah arus informasi yang semakin masif. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus terhindar dari berbagai bentuk informasi palsu maupun manipulatif.

Melalui pemanfaatan AI dalam platform Tangsel Mengaji, Pemkot Tangsel berharap teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan keagamaan, memperluas akses belajar, serta mendukung lahirnya masyarakat yang religius dan melek digital di era transformasi teknologi. (*)

Exit mobile version