Site icon BantenDaily

Semarak Kemerdekaan 2026, MAN 1 Pandeglang dan Mahasiswa PLP UIN SMH Banten Usung Tema “Menjaga Tradisi, Mengukir Prestasi”

Mahasiswa PLP 05 Integratif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama Panitia OSIM MAN 1 Pandeglang berkolaborasi menyukseskan rangkaian Semarak Kemerdekaan 2026. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang meriah sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan madrasah. (Foto: Dok. Pribadi)

PANDEGLANG | BD Sebanyak 17 mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 05 Integratif Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten berkolaborasi dengan Panitia Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 1 Pandeglang menggelar Semarak Kemerdekaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Menjaga Tradisi, Mengukir Prestasi”, kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan MAN 1 Pandeglang selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Agustus 2026. Sekitar 400 siswa turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang dirancang untuk memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan solidaritas antarsiswa.

Beragam perlombaan memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari Estafet Hanger, Estafet Nyanyi, Esbelar (Estafet Belut Liar), Estafet Bola ke dalam Gelas, Estafet Bola, Estafet Sarung, Voli Daster, Tenis Meja, Gurita Jalan, Bismika (Biskuit Mimic Muka), Besek Danga, Japatok (Jalan Pakai Batok), Nyumpil (Nyumpit Sumpil), Teman Makan Teman, Pesawat Sarung hingga Balap Karung.

Siswa MAN 1 Pandeglang mengikuti lomba Japatok dengan penuh antusias dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan 2026 yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Mengukir Prestasi”. Permainan tradisional ini menjadi salah satu lomba yang memeriahkan suasana sekaligus mengajak siswa mengenal kembali permainan berbasis kearifan lokal. (Foto: Dok. Pribadi)

Tidak hanya menghadirkan perlombaan yang bersifat hiburan, sejumlah permainan juga mengangkat unsur permainan tradisional. Salah satunya Japatok, yakni permainan berjalan menggunakan batok kelapa yang dinilai sejalan dengan tema kegiatan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada para siswa.

Mahasiswa PLP 05 Integratif, Sulis, mengatakan kehadiran permainan tradisional menjadi salah satu hal yang membedakan kegiatan Semarak Kemerdekaan di MAN 1 Pandeglang dengan perlombaan pada umumnya.

“Kegiatan kali ini cukup berbeda karena ada perlombaan Japatok. Permainan menggunakan batok ini merupakan permainan tradisional yang sesuai dengan tema ‘Menjaga Tradisi, Mengukir Prestasi’. Jadi, selain bersenang-senang, siswa juga diajak mengenal kembali permainan tradisional,” ujar Sulis.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang perlombaan. Sorak-sorai dari masing-masing kelas terdengar memenuhi lapangan madrasah ketika para peserta berusaha memenangkan pertandingan. Dukungan antarkelas tersebut turut menciptakan suasana kompetitif, tetapi tetap penuh kebersamaan.

Salah seorang siswa MAN 1 Pandeglang, Haidar, mengaku kegiatan tersebut terasa seru karena setiap kelas memiliki kelompok pendukung masing-masing. Menurutnya, keberadaan para pendukung membuat suasana perlombaan semakin meriah.

“Lomba kali ini banyak kejutan dan seru banget. Setiap kelas punya pendukung masing-masing, jadi lapangannya terasa ramai karena sorakan teman-teman saat perlombaan berlangsung,” kata Haidar.

Kepala MAN 1 Pandeglang, Hj. Oom Sunarsih, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama pembina OSIM dan jajaran guru turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa PLP, panitia OSIM, serta seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menjunjung sportivitas, dan menghargai teman. Kami mengapresiasi kolaborasi mahasiswa PLP dan OSIM yang telah menghadirkan kegiatan yang positif bagi siswa.” ucap Kepala MAN 1 Pandeglang.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan tersebut juga menjadi bagian dari agenda tahunan di MAN 1 Pandeglang. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kebersamaan dan persahabatan diharapkan tidak hanya hadir selama perlombaan, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Para mahasiswa PLP 05 Integratif berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan. Nilai saling menghargai, bekerja sama, menjunjung solidaritas, serta semangat berprestasi diharapkan terus tumbuh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Kontributor: Ira Riyadoh, sekretaris PLP 05 INTEGRATIF UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)

Exit mobile version