KOTA TANGSEL | BD — Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diwarnai berbagai perlombaan yang menguji strategi sekaligus kekompakan antar-divisi.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus Koordinator Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Tangsel, Karina Permata Hati, mengatakan perlombaan sengaja dirancang secara berkelompok agar pegawai dari berbagai divisi dapat saling berinteraksi dan membangun kekompakan di luar rutinitas pekerjaan.
“Yang penting sama-sama saling mengajak kerja sama, antara divisi makin dekat dan ikut bersyukur,” ujar Karina, Rabu (19/8/2026).
Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain catur cepat, bulu tangkis, hingga makan kerupuk berpasangan. Khusus lomba makan kerupuk, peserta harus bekerja sama dengan pasangan menggunakan tali sehingga koordinasi menjadi salah satu kunci untuk memenangkan permainan.
Keseruan juga terlihat dalam permainan lompat suit menggunakan kardus. Peserta harus mengikuti pola permainan secara berkelompok sambil menyusun strategi agar seluruh anggota dapat menyelesaikan tantangan.
Permainan pesan berantai turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Peserta diminta menyampaikan pesan dari orang pertama hingga peserta terakhir tanpa kehilangan informasi yang diberikan.
Karina mengatakan permainan tersebut sekaligus menjadi simulasi sederhana mengenai pentingnya komunikasi dalam sebuah tim. Menurutnya, pesan yang tidak disampaikan dengan baik berpotensi mengalami perubahan ketika diteruskan dari satu orang ke orang lainnya.
“Kita ingin tahu ada tidak gangguan-gangguan komunikasi, penyampaian pesan yang terganggu, kalau misalnya dari orang pertama sampai dengan orang terakhir. Kita belajar dan mempraktikkan,” katanya.
Menurut Karina, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Para pegawai diajak belajar membangun komunikasi, memahami peran masing-masing, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bawaslu Tangsel juga diisi dengan syukuran dan tumpengan sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Karina menyebut konsep kegiatan peringatan kemerdekaan di Bawaslu Tangsel dapat berbeda setiap tahunnya. Tahun ini, pihaknya memilih kegiatan yang lebih banyak menekankan interaksi dan kerja sama antarpegawai.
“Yang penting semuanya sama-sama saling tambah kompak. Apalagi kita juga kolektif-kolegial, jadi satu suara di Bawaslu,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)
